Puluhan Kubik Sampah Dikeruk PUPR dari Kali Pesanggrahan

27
Sebuah alat berat saat melakukan pengerukan sampah di Kali Pesanggrahan.

Cipayung | jurnaldepok.id
Puluhan kubik lumpur bercampur sampah diangkut dari Kali Pesangrahan, tepatnya di sekitar Jembatan Jago. Jembatan ini menghubungkan antara Kecamatan Cipayung dengan Sawangan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, petugas menggunakan dua alat berat seperti Amphibi dan Spider Excavator milik Dinas PUPR melakukan normalisasi atau pengerukan Kali Pesangrahan. Sebanyak tujuh Dum Truck dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) juga diturunkan di lokasi.

Lurah Cipayung, Husni Mubarak kepada wartawan mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melaksanakan normalisasi di Kali Pesangrahan Jembatan Jago. Normalisasi dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya banjir di kawasan Jembatan Jago.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Dinas PUPR, Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup yang sudah menurunkan petugas bersama alat beratnya,” katanya, Selasa (12/5/2026).

Diharapkan dengan adanya normalisasi tersebut dapat mengurangi genangan air.

Di lokasi sama, Ketua RW 06 Kelurahan Cipayung, Adi Mukri mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Depok yang sudah melakukan normalisasi Kali Pesangrahan.

“Kami atas nama warga di Cipayung mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Depok,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro menambahkan, pihaknya menurunkan petugas beserta dua alat berat seperti Amphibi dan Spider Excavator. Dua alat berat tersebut bertugas melakukan penangkutan sampah bahkan lumpur yang berada di Kali Pesangrahan.

” Alat tersebut sudah kami turunkan di Kali Pesangrahan sejak Sabtu (9/5/2026),” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni mengatakan, pihaknya akan melakukan sejumlah langkah jangka pendek guna mengurangi dampak penumpukan sampah dan sedimentasi di aliran sungai.

“Untuk DLHK, jangka pendek mengangkat sampah yang longsor ke sungai, koordinasi dengan PUPR untuk mengangkat sedimentasi, optimalisasi pengurangan sampah di hulu, dan penyelesaian perjanjian dengan pihak ketiga,” katanya.

Reni menyebutkan, pihaknya juga tengah menyiapkan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Danantara serta Pemerintah Kota Bogor dalam skema kerja sama aglomerasi pengelolaan sampah. Optimalisasi pengolahan sampah di Unit Pengolahan Sampah (UPS) juga terus dilakukan. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here