
Margonda | jurnaldepok.id
Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok melakukan rekayasa lalu lingas di exit tol Margonda 1. Hal itu dilakukan untuk mengurai kemacetan dari kendaraan yang keluar dari pintu tol menuju Jalan Margonda.
Kanit Turjawali Polres Metro Depok AKP Elni Fitri mengatakan, rekayasa lalu lintas dilakukan di waktu pagi hari.
“Kami lakukan rekayasa lalu-lintas pada pagi hari mulai pukul 07:00-09:00 WIB ” katanya, Kamis (30/10/2025).

Sementara pada waktu sore dan sore hari pukul 17.00–21.00 WIB, menyesuaikan jam sibuk mobilitas masyarakat. Rekayasa lalu-lintas dilakukan dengan memasang barier dan rambu lalu lintas lainnya.
Dalam skema rekayasa, kendaraan yang keluar dari Tol Margonda 1 yang ingin ke Jalan Margonda diarahkan masuk ke Jalan Juanda.Kemudian kendaraan bisa berputar di Jalan Juanda sehingga tidak lagi langsung menuju lampu merah Margonda Raya.
Upaya ini dilakukan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di titik tersebut, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja.
Langkah ini bertujuan mencegah penumpukan kendaraan dan mengurangi hambatan arus dari arah utara menuju selatan.
“Jadi tidak ada lagi kendaraan dari dalam tol yang bisa langsung lurus atau motong median di Jalan Margonda,” ujarnya.
Semuanya diarahkan tekuk kanan menuju Juanda. Karena sebelumnya itu menghambat kendaraan dari arah utara yang akan ke selatan
Sebelumnya, banyak pengendara yang langsung melakukan putar balik dari exit tol, menyebabkan penyempitan jalur dan memperparah kemacetan.
Dengan pengalihan ini, arus lalu lintas di Jalan Margonda diharapkan lebih lancar dan aman, khususnya pada jam pergi-pulang kerja serta waktu sekolah.
Kepala Bidang Bimbingan Keselamatan dan Ketertiban Dishub Kota Depok, Ari Manggala, menambahkan, pihaknya mendukung pelaksanaan rekayasa, termasuk penempatan barrier portable sekitar 70 meter.
Adapun jumlah personel mencapai tiga hingga empat orang pada pagi hari mulai pukul 06.00–09.00 WIB.
“Tujuan kami sama, agar lalu lintas dapat lebih tertib, lancar, dan masyarakat merasa terbantu,” katanya.
Rekayasa lalin ini dirasa sangat bermanfaat bagi warga karena mengurai kemacetan. Diharapkan pengaturan jalan seperti ini sebaiknya diterapkan setiap hari, karena kehadiran petugas di lapangan membuat pengendara lebih tertib.
“Kalau macet mah masih ada banget, tapi yang lumayan bantu jadinya mobil di tol tuh enggak langsung ke lampu merah, enggak tabrakan sama kendaraan dari Jakarta,” katanya. n Aji Hendro








