
Cilodong | jurnaldepok.id
Satu unit rumah di Jalan SMP Segar, RT 01/RW 01 Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, jebol usai dihantam tanah longsor. Akibatnya rumah yang dihuni oleh Erwin bagian belakang dingding rumahnya hancur berantakan.
Material bangunan seperti bebatuan dan beton berserakan menumpuk di dalam rumah tersebut. Dari dalam rumah, sisi dapur dan ruang tamu dipenuhi oleh lumpur. Selain itu, barang-barang di dalamnya juga hancur berantakan.
Pemilik rumah, Erwin mengatakan, longsor yang menyebabkan rumahnya jebol terjadi pada saat hujan lebat mengguyur pemukiman. Akibatnya aliran irigasi pembuangan air di belakang rumah meluap.

Kemudian, tidak lama tebing di samping irigasi longsor hingga menyumbat aliran air dan masuk ke dalam rumah warga.
“Banjir, hujan, tanah lonsor di belakang, lonsor itu nyampai tembok. Setelah air masuk ke dalam rumah, tembok tak lagi mampu menahan dan akhirnya jebol berantakan. Batu gede-gede, tanahnya pada masuk semua, ada perkiraan panjangnya 4-5 meteran,”katanya.
Melihat kondisi rumahnya yang hancur, Erwin tak tahu harus bagaimana ia merenovasinya lagi. Sebagai warga kurang mampu, Erwin berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dapat membantunya. Tidak ada korban pada kejadian tersebut.
Sementara di lokasi lain, RT 04, RW 19, Kampung Lio Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, satu unit rumah juga ambruk dibagian atap.
“Kejadiannya sekitar pukul 07.00 WIB. Tiba-tiba rumah ambruk, untungnya saya sedang berada di kamar dan tidak tertimpa runtuhan,” ujar pemilik rumah, Adi Iswanto.
Meski selamat, sebagian bangunan dan perabotan rumah tangga miliknya mengalami kerusakan cukup parah. Usai kejadian, Adi langsung melapor ke Ketua RT setempat untuk mendapatkan bantuan evakuasi. Atap rumahnya ambruk diduga karena usianya yang sudah lama.
“Langsung lapor RT dan RW. Alhamdulillah warga sigap, langsung bergotong royong bantu evakuasi dan bersihkan puing,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua RT 04 RW 19 Kelurahan Depok, Napsin mengatakan, pemilik rumah telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
“Warga sekitar langsung berjibaku membersihkan puing-puing. Karena cuaca masih tidak menentu, sementara bagian atap ditutup dengan terpal,” ujarnya.
Pihak kelurahan juga telah menerima laporan dan meninjau lokasi untuk ditindak lanjuti. n Aji Hendro








