
Limo | jurnaldepok.id
Keberadaan puluhan lapak pedagang liar di jembatan Tol Depok – Antasari (Desari) di wilayah RW 02, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, menjadi sorotan sejumlah pengguna jalan.
Pasalnya, aktivitas jual beli di atas jembatan yang menghubungkan Jalan H. Dugul dengan ruas Jalan Raya Pendowo pada setiap hari Minggu pagi dirasakan sangat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Fajar Ramadhan salah satu driver ojek online mengaku sangat terganggu dengan keberadaan lapak pedagang diatas jembatan sebab kata dia aktivitas jual beli di badan jembatan memicu kerumunan dan kerap menutup hampir seluruh badan jalan.

“Lihat saja semua badan jalan nyaris tertutup kerumunan orang belum lagi sepeda motor yang terparkir di bahu jalan membuat aktivitas berkendaraan sangat terganggu, kami berharap Pemerintah dalam hal ini Satpol PP menertibkan para pedagang pasar tumpah di Grogol khususnya pedagang yang membuka lapak diatas Jembatan,” pinta Fajar.
Keluhan yang sama disampaikan oleh Dita Pratiwi salah satu pengguna jalan.
“Ini jalan raya kenapa berubah jadi pasar, tolong dong ditertibkan karena keberadaan aktivitas pedagang dan pembeli di atas jembatan tol ini sangat menganggu kenyamanan dan keamanan berkendaraan,” tegas Dita.
Tak hanya para pengendara, sejumlah warga yang sedang melaksanakan olah raga jalan pagi juga merasa sangat terganggu dengan aktivitas pasar tumpah di atas jembatan Tol Desari dan sekitarnya.
“Dulu sebelum ada pasar tumpah kayak gini, lokasi ini sangat nyaman dijadikan tempat istirahat saat menjalani aktivitas olah raga pagi, tapi sekarang semua sudut jalan sudah dipenuhi lapak pedagang dan kerumunan orang jangankan untuk tempat istirahat kita lewat aja udah susah,” celoteh Mahmud.
Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Ramdani mengaku tidak tahu menahu soal aktivitas pasar tumpah yang menyita ruas jalan raya Pendowo di wilayah RW 02, Kelurahan Grogol.
“Dari awal sampai sekarang kami sama sekali tidak tahu menahu soal aktivitas pasar tumpah di jembatan tol dan sekitarnya,” kilah Ramdani.
Pernyataan senada disampaikan oleh Abdulloh selaku Ketua RW 02, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo.
Dikatakannya, aktivitas jual beli di pasar tumpah Grogol pada setiap hari Minggu pagi muncul dan menjamur sendiri tanpa ada pihak yang mengelola, pihaknya mentoleransi kegiatan itu dengan pertimbangan pelaksanaan aktivitas pasar tumpah lanjutnya hanya berlangsung lagi hari dan setelah pukul 10.00 wib tidak ada lagi PKL yang berjualan di jembatan.
“Enggak ada yang mengelola, pedagang itu muncul sendiri, kami masih bisa memberi toleransi karena dilaksanakan pada hari libur dan kegiatan tidak boleh lebih dari pukul 10 pagi,” ungkapnya. n Asti Ediawan








