Event Lebaran Depok, Wali Kota Komitmen Lestarikan Tradisi Peninggalan Orang Tua

90
Wali Kota Depok, H. Supian Suri didampingi Cing Ikah saat Ngaduk Dodol Lebaran Depok.

Cilodong | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, H. Supian Suri menganggap penting melestarikan tradisi warisan orang tua, khususnya dalam konteks perayaan hari besar seperti Lebaran.

“Seperti kita ketahui, negara-negara maju seperti Jepang dan Korea, meskipun sangat modern, mereka tetap menjaga tradisinya. Begitu juga kita, harus mempertahankan tradisi kita karena kita lahir dari orang-orang yang memiliki tradisi itu,” ujar Supian saat membuka kegiatan Ngaduk Dodol di rangkaian Lebaran Depok, Selasa (13/05/25).

Dia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Kompulan Orang Orang Depok (KOOD) yang telah turut serta dalam melestarikan budaya dan tradisi masyarakat Depok. Menurutnya, peran pemerintah dan masyarakat setempat sangat penting dalam upaya ini.

“Pemerintah dan masyarakat harus bahu-membahu menjaga dan melestarikan tradisi kita,” katanya.

Supian berharap ke depan kegiatan seperti Ngaduk Dodol ini dapat melibatkan lebih banyak pihak dan menjadi event tahunan yang tidak hanya bertujuan untuk melestarikan tradisi, tetapi juga membawa manfaat ekonomi dan kesejahteraan bagi warga Depok.

“Dengan semakin banyak orang yang datang untuk melihat tradisi ini, Depok akan lebih dikenal dan warganya akan lebih sejahtera,” tuturnya.

Proses pembuatan dodol yang menjadi ciri khas Lebaran Depok juga diceritakan secara detail oleh Wali Kota.

Menurutnya, pembuatan dodol tidaklah mudah dan memerlukan waktu serta kerja keras. Mulai dari menyiapkan kelapa, beras ketan, hingga mencari kedebong pisang yang khusus, semua membutuhkan kesabaran dan kekompakan antarwarga.

“Proses ini bukan hanya tentang makanan, tetapi juga tentang kebersamaan yang luar biasa,” jelasnya.

Supian juga menyoroti semangat kebersamaan masyarakat Depok, termasuk anggota Wadon (Perempuan) KOOD yang turut serta dalam lomba yang diadakan.

“Ciri khas orang Depok adalah mereka yang mengadakan kegiatan juga turut berpartisipasi. Semangat kebersamaan ini sangat luar biasa,” paparnya.

Acara Ngaduk Dodol kali ini bukan hanya menjadi ajang untuk melestarikan tradisi, tetapi juga menunjukkan betapa kuatnya ikatan sosial dan kekompakan warga Depok dalam menjaga warisan budaya mereka. Dengan harapan agar anak cucu kelak bisa terus meneruskan budaya yang baik ini.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga tradisi sambil menyambut modernitas. Kegiatan ini sekaligus nostalgia saat mengaduk adonan dodol Betawi dan saat mencicipinya,,” katanya.

Sementara itu salah satu warga, Maryati mengaku senang dengan perayaan Lebaran Depok 2025 ini. Melalui Lebaran Depok, dia dapat menikmati berbagai tradisi yang kini sulit ditemui.

“Acaranya keren banget, buat nostalgia, orang tua kita dulu suka bikin dodol Betawi pakai kedebong pisang,” ungkapnya.

Dia berharap, Pekan Kebudayaan Lebaran Depok dapat terus diselenggarakan agar tidak punah dan terus dilestarikan. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here