
Laporan: Aji Hendro
Dalam upaya mencegah tawuran di kalangan remaja atau pemuda, perlu adanya ruang berkreasi dan pendekatan preventif.
Demikian dikatakan Dewan Penasehat Yayasan Arido Jatimulya, H. Supian Suri saat menghadiri kegiatan seminar parenting pencegahan tawuran dan bullying di SMK YAJ, Kecamatan Cilodong.
Berdasarkan pengalamannya sebagai birokrat, Supian memiliki formula untuk meminimalisir kasus bullying atau perundungan itu terjadi kepada anak, baik pelaku maupun korban.

Supian menganjurkan, Pemkot Depok untuk melakukan upaya preventif dan kuratif, sebagai solusi untuk menanggulangi persoalan bullying.
“Kami rasa harus ada pendekatan prenvetif dan kuratif,” katanya.
Menurut pria yang akrab disapa SS itu, pendekatan preventif atau pencegahan perlu sinergitas orangtua, siswa, hingga pemerintah dengan memberikan ruang untuk berkreasi agar dapat beraktifitas positif, sekaligus menghindari kenakalan remaja
“Ruang itu harus diberikan seluas-luasnya buat mereka, sehingga mereka akan konsen pada ruang ruang mereka beraktifitas atau berkreasi,” ujarnya.
Pihak terkait, kata dia, perlu bergandengan tangan untuk menangani kasus perundungan yang sudah terjadi secara serius. Sehingga, peristiwa serupa tidak berulang kembali.
“Pendekatan kuratif ini bagaimana menanganinya, sehingga sinergi yang terbangun harus benar- benar diwujudkan kebersamaan. Bersama-sama antara aparatur pemerintah dan Forkompimda secara keseluruhan ditambah dengan stakeholder,” katanya.
Dikatakannya, banyak kelompok masyarakat yang konsen mengentaskan kasus bullying atau perundugan dari tingkat bawah. Sehingga, seharusnya kasus tersebut dapat ditangani dengan baik.
“Banyak kok masyarakat yang konsen kepada permasalahan bully, permasalahan tawuran remaja, ini harus intens diupayakan, sehingga kita tidak memberikan ruang yang memang buat anak-anak itu memamanfaatkan tempat digunakan untuk tawuran dan lainnya,” ungkapnya.
Di lokasi sama Kapolsek Sukmjaya, Kompol Margiyono mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke sekolah dalam upaya pencegahan bullying dan tawuran.
“Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini, para siswa dapat lebih waspada dan mampu menghindari serta mengambil tindakan preventif untuk melindungi diri mereka sendiri serta teman-teman mereka dari dampak bullying,” pungkasnya. n








