HeadlineTransportasi

Tak Bayar Pajak Hingga Tak Layak Jalan, Organda Sebut 85% Angkot di Depok Berstatus Ilegal

Margonda | jurnaldepok.id
Sekitar 85 persen angkutan kota (Angkot) di Depok ilegal dan tidak layak jalan hingga tak bayar pajak.

Sekretaris Organda Depok, M Hasyim mengatakan, pihaknya untuk sementara ini akan fokus pada 15 persen angkot yang masih layak jalan dan legal.

“Digabung yang 15 persen, dan lainnya akan dilakukan pembinaan. Angkot yang 85 persen sudah tidak melakukan perpanjangan izin, juga tidak layak,” ujarnya.

Jadi, kata dia, bukan kendaraannya saja, tapi pemilik tidak melakukan kewajibannya membayar pajak.

“Kalau perhitungan kami tinggal 15 persen yang layak, sisanya tidak layak 85 persen,”katanya.

Misalnya saja, lanjutnya, angkot D 06 jurusan Simpangan-Terminal, saat ini hanya ada sekira 20 unit yang dinyatakan layak dan legal.

“Lalu D 03 itu cuma delapan unit yang layak. Jadi sekarang banyak angkot yang berseliweran itu tidak bayar pajak, tidak bayar retribusi apa-apa, baik pajak maupun lainnya,” jelasnya.

Nantinya, kata dia, akan dilakukan pembinaan bersama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, dalam hal Dinas Perhubungan (Dishub).

“Salah satu solusi pembinaan apakah nanti ada dispersi dari pemerintah bahwa angkot yang 85 persen itu akan kami verifikasi, jadi mana yang bisa diberi kebijakan untuk dihidupkan kembali atau bagaimana, itu nanti kami bahas,” ungkapnya.

Menurutnya, langkah tegas ini penting dilakukan karena keberadaan angkot tersebut tidak hanya ilegal, tapi juga mengancam keselamatan orang lain.

“Ini kan ancaman pelanggaran yang dilakukan. Kalau kami jujur ya, harusnya pemerintah tegas,” katanya.

Hasyim juga mengklaim, pihaknya selama ini telah memberikan kesempatan kepada pemilik angkot agar kendaraannya legal. n Aji Hendro

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button