
Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Meningkatnya kesemrawutan arus lalu lintas di area seputar pintu Tol Desari (exit tol) di depan Komplek perumahan BDN diperbatasan wilayah Kelurahan Rangkapan Jaya dengan Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB) menjadi momok bagi para pengguna jalan.
Pasalnya pada jam jam tertentu tingkat kemacetan didepan pintu keluar masuk tol itu sangat parah dan sulit terurai. Bahkan, waktu tempuh Bojongsari-Depok bisa mencapai 2 jam padahal jaraknya kurang lebih hanya 8 KM.
Menanggapi hal ini, para pengendara berharap kepada Dinas Perhubungan Kota Depok atau pihak terkait untuk mencarikan solusi guna mengurangi tingkat kemacetan di titik tersebut.

“Saya kadang ragu apakah harus lewat Rawadenok atau lewat jalur jalan raya untuk menuju Jalan Raya Margonda, karena kemacetan di depan pintu tol Desari sangat parah bahkan sering menyita waktu hingga satu jam,” ujar Prasetyo salah satu pengguna jalan.
Dikatakannya penyebab utama kemacetan di pintu keluar masuk tol disebabkan beberapa hal diantaranya ruas menyempit dan kendaraan yang keluar masuk tol berada didalam satu titik sehingga tak pelak memicu kemacetan.
“Semua kendaraan menumpuk di titik depan pintu gerbang tol, kendaraan yang mau masuk dan yang keluar tol berada di satu titik pertemuan dengan ruas jalan raya Sawangan, belum lagi adanya penyempitan bidang jalan ditanjakan depan perumahan BDN ikut menambah kemacetan, kalau bisa kami usul tolong kepada kontraktor Tol Desari untuk segera melanjutkan pembangunan jalan tol sehingga pintu masuk dan keluar tol tidak berada pada satu titik,” ujar Pras kepada Jurnal Depok, kamarin.
Harapan yang sama disampaikan oleh Wahyu driver Grab Car.
“Luar biasa kalau lagi macet, dari pertigaan Kupu hingga pertigaan Parung Bingung bisa menghabiskan waktu satu jam, padahal jarak jaraknya tidak lebih dari 500 meter,” keluh Wahyu.
Selain pintu tol Desari depan perumahan BDN, simpul kemacetan lainnya di jalur Depok – Sawangan terdapat di pertigaan Parung Bingung dan pertigaan Tugu Sawangan yang kerap membuat kesal para pengguna jalan.
“Gimana kemacetan enggak meningkat kalau lebar jalan tidak bertambah sementara jumlah kendaraan melintas terus meningkat, apalagi sekarang banyak sekali perumahan baru yang berdampak terhadap peningkatan kemacetan, semoga ini bisa menjadi perhatian dari Pemerintah,” pungkas Wahyu. n Asti Ediawan








