

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota Depok bersama Zakat Sukses mencanangkan RW Zero Stunting di Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sukmajaya.
Direktur Zakat Sukses Kota Depok, Sunarto Zulkifli mengatakan, hal itu termasuk dalam wacana global Indonesia yang merupakan bagian dari tujuan pembangunan kelanjutan yakni mengentaskan kemiskinan, kelaparan dan kesehatan.
Dalam hal ini, Kemenag RI mengadakan Alkom Nasional dengan melibatkan penyuluh agama dalam menurunkan percepatan stunting langsung dipimpin Wapres RI, Ma’ruf Amin.
“Mendukung hal tersebut, Zakat Sukses akan men zero kan stunting di Kota Depok khususnya untuk di wilayah Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sukmajaya, dengan menjadi RW Zero Stunting,” ujarnya, kemarin.
Dikatakannya, Negara sangat mendukung program stunting ini. Sehingga dalam hal itu Zakat Sukses sebagai lembaga non struktural dibawah naungan Kemenag RI fokus dalam penurunan stunting.
Ia menambahkan, program zero stunting ini adalah bertujuan sebagai pembangunan kelanjutan. Selain itu juga dapat memberikan keteladanan bagi lembaga lainnya untuk mulai bergerak saat ini juga sebagai bagian tujuan pembangunan kelanjutan mengentaskan kemiskinan kelaparan dan kesehatan,”katanya.
Untuk proses kelanjutan zero stunting, lanjut Sunarto, adalah berupaya untuk dapat menghasilkan magot sesuatu hama yang diumpankan ke sampah organik supaya dapat diolah dan nanti magot itu sendiri bisa diberikan makan ke ayam petelur.
“Kami targetkan dalam sehari setiap ekor ayam dapat menelur sebanyak 20 butir. Kami saat ini memiliki sebanyal 30 ayam petelur. Nanti pangan ayam dari magot yang sudah kami olah dari sampah organik,” jelasnya.
Di lokasi sama, Ketua PKK Kota Depok, Hj Elly Farida mengungkapkan, anak-anak merupakan cikal bakal di masa depan yang siap menggantikan dan membuat Indonesia lebih maju dan kuat.
“Mulai dari tahun 2021 kami telah menggagas Depok Bebas Stunting non APBD. Semua berhasil dan berjalan dari dukungan CSR BJB dan Pegadaian Syariah sebagai donator. Wilayah paling tinggi ada di Bojongsari dari semula anak stunting 6,45 persen, dalam setahun kami berhasil menekan hingga sampai 3,35 persen,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan, untuk di tingkat Kecamatan Sukmajaya dengan enam kelurahan khususnya untuk di Kelurahan Mekar Jaya ada RW 02, meski perkampungan pemukimannya zero dalam stunting.
Keberhasilan RW 02 Kelurahan Mekarjaya zero stunting ini dengan data memiliki sebanyak 122 balita rata-rata asupan gizi cukup.
“Keberhasilan ini didukung oleh para ibu-ibu posyandu dan PKK yang bergerak aktif ke lingkungan memberikan edukasi dan advokasi masalah penanganan stunting,” tuturnya.
Bunda Elly menambahkan, dengan mengawali kolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok, mengerahkan ribuan kader-kader tersebar di 11 kecamatan.
“Saat ini Depok terendah penderita stunting nya di Jawa Barat yakni 3,24 persen. Harapan di 2023 harus bisa lebih bersyukur dan suskes telah banyak kontribusi penanganan stunting berupa edukasi dan advokasi dengan peran serta semua stakeholder terutama kecamatan dan kelurahan dalam upaya pencegahan stunting di wilayah,” pungkasnya. n Aji Hendro








