
Limo | jurnaldepok.id
Petugas Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) Kelurahan Limo, Egy Permana mengatakan bakal mengembalikan 1.125 karung beras jatah 375 keluarga yang tidak memenuhi persyaratan sebagai penerima manfaat Bansos Pangan Bulog.
“Kami telah melakukan pendistribusian Bansos Pangan Bulog alokasi bulan Juli, Agustus dan September 2026 selama lebih dari sepekan, dari total jumlah KPM sebanyak 2.328, masih ada tersisa 375 KPM yang tidak mendapatkan jatah Bansos lantaran tidak memenuhi persyaratan,” ungkap Egy.
Dia menegaskan, perubahan desil para KPM menjadi penyebab tidak terdistribusikan ribuan karung beras. Rencananya pada, Senin (07/09/26) pihaknya akan mengembalikan paket bansos ke Bulog.

“Ya, kebanyakan masalahnya ada pada perubahan desil para KPM, misalkan yang tadinya tercatat di desil 2 kemudian berubah menjadi desil 6, hal seperti ini yang menyebabkan KPM tidak bisa mendapatkan jatah Bansos Pangan Bulog,” ujarnya.
Menyikapi hal ini, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kelurahan Limo, H. Abdul Hamid menyarankan kepada para KPM yang merasa penetapan desil baru tidak sesuai fakta agar segera melaporkan hal tersebut kepada petugas SLRT untuk dilakukan verifikasi ulang data KPM.
“Tentu kita prihatin jika ada masyarakat yang layak mendapatkan Bansos namun tidak mendapat jatah Bansos lantaran Desilnya berubah, untuk lebih jelasnya KPM segera melapor ke petugas SLRT agar dilakukan pengecekan guna memastikan penyebab mengapa desil nya berubah,” tutur H. Abdul Hamid.
Tak hanya di Kelurahan Limo, masalah perubahan desil yang berdampak terhadap tidak terdistribusikan nya paket Bansos Pangan Bulog juga terjadi disejumlah Kelurahan lainnya seperti di Kelurahan Cinere tercatat sebanyak 699 karung beras jatah 233 KPM terpaksa dikembalikan ke Bulog lantaran para KPM tidak lagi tercatat di Desil 1 hingga desil 4. n Asti Ediawan








