Supian-Chandra Pemimpin Depok Paling Serius Beresin TPA Cipayung

31
Terlihat rapih penanganan TPA Cipayung dibawah kepemimpinan Supian Chandra.

Cipayung | jurnaldepok.id
Anggota DPRD Depok, Babai Suhaemi menyinggung permasalahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang sejak lama tak juga tuntas. Dia menilai persoalan itu baru serius ditangani di era kepemimpinan Wali Kota- Wakil Wali Kota Depok, Supian Suri-Chandra Rahmansyah.

Padahal, persoalan di TPA Cipayung telah berdampak langsung pada warga sekitar. Sampah di lokasi tersebut sudah terjadi selama bertahun-tahun.

“Tanah masyarakat yang berada di lingkungan TPA Cipayung mereka terkena imbas, hektaran tanah masyarakat yang harus diselesaikan,” katanya, Kamis (3/9/2026).

Dia menambahkan, di RW 06 Kelurahan Cipayung sekira tiga hektar tanah masyarakat tidak bisa digunakan karena terimbas air lindi dan teruruk sampah longsor Kali Pessanggrahan.

Kemudian di Bulak Barat lebih dari empat tahun terendam air akibat dari terhambatnya saluran Kali Pesanggrahan oleh sampah.

Ia berpendapat, bahwa di era Supian Suri inilah, terobosan demi terobosan untuk memperbaiki persoalan tersebut akhirnya dilakukan.

Babai juga menilai, kebijakan yang dilakukan Supian- Chandra adalah langkah nyata. Langkah ini tidak pernah berani dilakukan oleh dua pemimpin sebelumnya selama 20 tahun.

“Itu beliau sudah meminta kepada pihak pusat agar dibuka di Cipayung Jaya, itu kan luar biasa,” ujarnya.

Babai meyakini, bahwa apa yang dilakukan Supian Suri mendapat dukungan penuh masyarakat.

“Masyarakat butuh percepatan pembangunan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Depok, Yodi Joko Bintoro menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan berupaya agar jalan antara Bulak Barak Kecamatan Cipayung ke Pasir Putih Kecamatan Sawangan tidak terputus karena banjir luapa sungai Pesangarahan.

Pemkot Depok tengah melakukan kajian mendalam agar akses Jalan Kampung Bulak Barat penghubung Cipayung dan Sawangan, Depok, tak lagi putus akibat banjir.

Dia mengungkapkan, saat ini proses normalisasi aliran kali masih terus dilakukan agar hasilnya lebih maksimal, sehingga debit air nantinya mampu menampung dikala musim hujan.

“Target kita dasarnya empat meter, terus kemudian keatasnya sekira 10 meter untuk memperluas daya tampung, dengan kemiringan 45 derajat,” katanya.

“Atas perintah pimpinan Pak Wali Kota, kemarin kita mengevaluasi keberadaan jalan ini. Yang utamanya ya, kita trase Kali Pesanggrahan dulu,” sambungnya.

Lebih lanjut Yodi mengaku bersyukur dengan animo masyarakat yang begitu antusias melihat kondisi jalan saat ini. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here