Proyek Jalan Enggram Terus Dikebut, Kini Masuki Tahap Pembangunan Pondasi Badan Jalan

185
Terlihat para pekerja saat membangun pondasi badan jalan.

Sawangan | jurnaldepok.id
Kondisi cuaca yang sangat bersahabat membuat proses pekerjaan proyek pelebaran Jalan Enggram dan Jalan Pemuda menjadi lancar dan saat ini pihak kontraktor pelaksana PT. Lagoa Nusantara telah memulai pelaksanaan penurapan dan pembuatan pondasi badan jalan yang nantinya akan dilanjutkan dengan pembuatan saluran air (Drainase).

Mandor proyek pelebaran Jalan Enggram dan Jalan Pemuda, Haridin mengatakan pembuatan pondasi badan jalan dan turap merupakan bagian dari tahap pelaksanaan pengerjaan pembangunan Jalan setelah pembongkaran konstruksi bangunan, pemindahan tiang listrik dan utilitas serta penebangan pohon yang berada di lokasi pembangunan jalan.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur karena cuaca sangat bersahabat sehingga pelaksanaan pekerjaan berjalan lancar, sekarang kami sedang menggarap pembuatan pondasi badan jalan dan turap sebagai badan jalan di tanjakan Jalan Pemuda,” ungkap Haridin.

Sementara Kepala Tukang yang membidangi pembuatan pondasi badan jalan dan turap Jalan Enggram dan Jalan Pemuda, Siswanto mengaku optimistis pekerjaan pembuatan pondasi badan jalan dapat diselesaikan dalam tempo waktu sebulan.

“Mudah mudahan kalau cuaca mendukung, dalam sebulan kami bisa menyelesaikan pembuatan pondasi badan jalan mulai dari pertigaan Jalan Enggram di wilayah RW 05, hingga pertigaan Jalan Pemuda di RW 06,” tutur Siswanto.

Gerak cepat kontraktor pelaksana mengerjakan tahapan pembangunan Jalan Enggram dan Jalan Pemuda disambut baik oleh sejumlah kalangan.

Suwardi Jauhari salah satu pemilik tempat usaha di Jalan Pemuda mengaku sangat mendukung pelaksanaan pelebaran bidang Jalan Enggram dan Pemuda dan dia berharap pelebaran bidang Jalan Enggram dan Jalan Pemuda akan memberi dampak positif terhadap kelancaran aktivitas transportasi di kawasan tersebut.

“Pada prinsipnya kami sangat senang dengan pelebaran Jalan Pemuda dan Jalan Enggram untuk melancarkan aktivitas lalu lintas, namum kami meminta kepada pemborong proyek untuk dibuatkan saluran pembuang air dari dalam tempat usaha kami ke saluran air pinggir jalan karena kami khawatir nanti setelah bidang jalan dibangun posisi tempat usaha kami akan menjadi lebih rendah dari bidang jalan sehingga air hujan akan tumpah ke lokasi tempat usaha kami dan jika tidak ada saluran pembuang maka tumpahan air dari jalan akan memicu banjir ditempat usaha kami,” pungkasnya. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here