
Jakarta | jurnaldepok.id
Menteri Agama Republik Indonesia, KH. Nasaruddin Umar belum lama ini meresmikan Kampus Institut Agama Islam (IAI) Al-Irsyad yang berlokasi di kawasan Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Dalam sambutannya Nasaruddin mengapresiasi kehadiran IAI Al Irsyad sebagai lembaga pendidikan tinggi berbasis keislaman seraya berharap kelak IAI Al Irsyad bakal mampu bersaing dengan lembaga pendidikan tinggi lainnya dalam upaya mencetak generasi cerdas dan berakhlak mulia.
“Tentu kita semua boleh berharap dan berdoa agar IAI Al Irsyad bisa menjadi salah satu lembaga pendidikan tinggi yang mampu mencetak generasi islami yang cerdas, berakhlak mulia dan mampu bersaing menjawab tantangan dinamika perubahan peradaban dengan tetap mengedepankan nilai nilai Islami,” ungkap Nasaruddin.

Sementara Rektor IAI Al Irsyad, Abdul Azis Ibrahim memaparkan pada awal pendiriannya, Kampus Islam IAI Al Irsyad akan menitikberatkan sistem pembelajaran pada penguatan program studi (prodi) berbasis keagamaan sebagai fondasi utama atau embrio institusi.
Ia mengungkapkan saat ini program studi yang tersedia dirancang untuk memperkuat akar ilmu keislaman dan pendidikan masyarakat.
“Diawal pendirian IAI Al-Irsyad, kita memang masih fokus pada studi keagamaan, diantaranya bidang Ekonomi Syariah, bidang Pendidikan Guru MI (PGMI) kemudian ada pendidikan bahasa Arab sebagai embrio lahirnya Institut Agama Islam Al-Irsyad,” kata Abdul Aziz.
Meski mengawali langkah dari prodi keagamaan, IAI Al-Irsyad sudah mengantongi peta jalan (roadmap) yang matang guna memperluas cakupan disiplin ilmunya.
Menangkap arahan dari Menteri Agama Nasaruddin Umar, pihak kampus bersiap melakukan transformasi besar untuk mengubah status institut menjadi Universitas dan dengan perubahan status tersebut, nantinya prodi-prodi yang ditawarkan akan jauh lebih beragam dan heterogen, tidak hanya terbatas pada studi agama, namun tetap membawa nilai-nilai luhur keislaman.
“Motivasinya berorientasi pada semangat Islami, modernitas, lalu kemudian wawasan global, Insyaallah kita punya roadmap yang cukup jelas, yang cukup matang untuk menjadikan Al-Irsyad tidak hanya sebagai institut, tidak hanya sebagai universitas, tapi juga sebagai pusat peradaban atau Center of Excellence,” imbuhnya.
Selain pengembangan variasi program studi, arah kurikulum dan materi pembelajaran di IAI Al-Irsyad juga ditekankan untuk membentuk karakter lulusan yang terbuka (inklusif) sesuai dengan pesan Menteri.
Selain itu, Kampus diharapkan mampu melahirkan sarjana yang membawa misi Rahmatan Lil’alamin serta mampu menjawab tantangan zaman yang dinamis di sektor sosial, ekonomi, hingga politik dan mampu melahirkan lulusan setiap prodi di IAI Al-Irsyad yang memiliki daya saing tinggi.
“Sesuai harapan bapak Menteri nanti lulusan Al-Irsyad tidak hanya memiliki bekal ilmu pengetahuan agama, tapi mampu menjawab tantangan dan dinamika perubahan zaman,” urainya.
Melalui kombinasi prodi keagamaan yang kuat serta rencana ekspansi prodi umum di masa depan, IAI Al-Irsyad membidik target pasar yang luas, tidak hanya untuk masyarakat di wilayah Jabodetabek, tetapi juga di kancah nasional hingga internasional.
Terpisah, Ketua Yayasan Bina Ilmu Irsyadi yang juga menjabat sebagai Pembina Pondok Pesantren Al Wafi Islamic Boarding School Depok, Ali Saman Hasan mengaku optimistis IAI Al – Irsyad yang bernaung dibawah DPP perhimpunan Al Irsyad Jakarta kelak bakal mampu bertransformasi menjadi Universitas dan siap mengakomodir para lulusan Pondok Pesantren dari berbagai wilayah termasuk Ponpes dikawasan Kota Depok.
“Selama ini kampus modern IAI didirikan untuk memenuhi cita-cita ribuan alumni Pesantren Islam Al-Irsyad Jakarta serta alumni pesantren lainnya dan kami ingin peningkatan status IAI menjadi Universitas dapat menjawab keresahan terhadap banyaknya lulusan perguruan tinggi Islam saat ini yang dinilai belum siap bersaing di kancah global,” pungkas Ali Saman Hasan. n Asti Ediawan








