
Beji | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, H. Supian Suri hadir dalam menjembatani buruh dan pengusaha. Buruh bekerja maksimal untuk perusahaan sehingga perusahan juga akan memberikan perhatian maksimal yang bisa dilakukan kepada buruh.
Supian mengatakan itu di kegiatan May Day di Kabeda, Kelurahan Kukusan, Beji, Rabu (13/5/2026).
Supian mengatakan, kegiatan ini digelar untuk membangun komunikasi dan silaturahmi antar Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit dalam rangka Hari Buruh atau Mayday dengan suasana informal.

“Kita kemarin sudah mengadakan acara dialog formal di balai kota, mendengarkan apa yang menjadi masukan dan saran dari pelaku usaha dan buruh kepada pemerintah, dan sekarang kita acara informal (macing) sambil berdiskusi dan nyalurin hobi,” katanya, Kamis (14/5/2026).
Ia menambahkan, hubungan yang baik diantara tripartit yaitu Pemkot Depok, penguasa, dan serikat buruh memegang peran penting dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan para buruh.
“Pemerintah Kota Depok hadir dalam menjembatani buruh dan pengusaha. Buruh bekerja maksimal untuk perusahaan, perusahan juga akan memberikan perhatian maksimal yang bisa dilakukan kepada buruh,” ujarnya.
Dilokasi yang sama, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Depok, Wahyu menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan mancing bersama tripartit dalam rangka menjalin silaturahmi.
“Idenya sebenarnya spontan dari pak wali saat Mayday di kantor wali kota untuk ngadain mancing bersama Tripartit di Kabeda ini. Dan alhamdulilah berjalan baik, dan lancar. Saya sangat mengapresiasi sekali,” katanya.
Menurutnya, tidak bisa dipungkiri bahwa krisis global saat ini berdampak pada naiknya bahan baku industri. Kondisi ini berdampak pada iklim bisnis, dan investasi di Kota Depok.
“Untuk itu kondusivitas antar tripartit, memberi dampak positif dalam rangka menjaga dan meningkatkan iklim bisnis dan investasi,” ujarnya.
Wahyu melanjutkan, pada tahun 2025 ada dua perusahaan yang gulung tikar dan berdampak terhadap 400-an karyawan terkena PHK di Kota Depok.
“Apindo selalu berupaya dan menjaga agar tidak ada lagi perusahaan yang tutup, apalagi kebanyakan industri di Kota Depok perusahaan tua,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Depok, Nessi Annisa Handari menyebut komunkasi yang terbuka antar tripartit adalah kunci menghasilkan sebuah kesepakatan dalam setiap masalah.
Melalui kegiatan silaturahmi ini, diharapkan terbangun harmonisasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan buruh, untuk membangun perekonomian di Kota Depok.
“Selama komunikasi bisa terjalin dengan baik, setiap persoalan itu didiskusikan bersama, untuk menghasilkan hasil yang bisa diterima oleh semua pihak,” katanya.
Hal sama diungkapkan, Ketua Forum Buruh Depok, Wido Pratikno menambahkan, kegiatan silaturahmi LKS tripartit ini diikuti sekitar 120 orang yang terdiri dari unsur forkopimda, pelaku usaha yang di wakili oleh Apindo, dan tujuh cabang serikat buruh se-Kota Depok. n Aji Hendro








