

Limo | jurnaldepok.id
Sejumlah warga dan pengguna jalan yang biasa melintas di jalan Naman Iskandar Limo meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok untuk meninggikan Konstruksi jembatan Naman Iskandar yang terlalu rendah yang memicu terjadinya penumpukan sampah di kolong jembatan.
Ketua Rw 04 Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Edy Suhendi mengatakan, banyaknya sampah yang mengendap di kolong jembatan menjadi penyebab terhambatnya laju air dan memicu terjadinya banjir di ruas jalan dan permukiman warga.
“Kami berharap kepada Dinas PUPR agar secepatnya melakukan pengkajian tehadap konstruksi jembatan yang menurut kami posisinya terlalu rendah sehingga memicu penumpukan sampah saat debit air kali Grogol yang melintas di Limo meningkat, kalau bisa bidang jembatan di tinggikan agar rongga di kolong jembatan lebih besar sehingga sampah tidak tersangkut dan melimpah ke jalan dan permukiman warga,” papar Edy Suhendi.

Harapan senada disampaikan oleh Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Limo, H. Abdul Hamid.
Dia mengatakan, selain posisi bidang jembatan yang terlalu rendah, pendangkalan kawah kali Grogol di wilayah Kelurahan Limo juga menjadi penyebab meluapnya air kali saat hujan deras menerpa hal itu terjadi pada awal pekan silam dimana luapan air kali Grogol di seputar jembatan Naman Iskandar sempat merendam rias jalan dan permukiman warga.
“Ada dua faktor penyebab luapan air di Kali Grogol Rw 04 yakni pendangkalan bidang kali dan konstruksi bidang jembatan yang kurang tinggi, ini harus segera di benahi karena setiap hujan deras hampir dapat dipastikan kawasan seputar jembatan Naman Iskandar terendam air akibat banyaknya sampah menumpuk dikolong jembatan yang menghambat laju air dan memicu luapan air ke areal sekitar jembatan,” pungkasnya. n Asti Ediawan








