Ogoh Ogoh “Sang Kala Murti” Karya Banjar Purna Widya Tampil Memukau

196
Ogoh Ogoh karya Banjar Purna Widya di Kelapa Dua saat tampil di Festival Ogoh Ogoh 2026 di Jakarta.

Laporan: Aji Hendro
Ogoh-ogoh bertajuk “Sang Kala Murti” karya Banjar Purna Widya di Kelapa Dua, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok, turut memeriahkan Festival Ogoh-ogoh 2026 yang digelar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia hingga Monumen Nasional Jakarta

Ketua Banjar Purna Widya, I Nyoman Gede Agus Asrama dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, penampilan ogoh-ogoh tersebut menjadi salah satu daya tarik dalam pawai budaya yang merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Festival Pawai Ogoh-ogoh 2026 diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerjasama dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan komunitas Hindu Jakarta.

Pawai tersebut menampilkan belasan ogoh-ogoh karya umat Hindu dari wilayah Jabodetabek. Peserta berasal dari berbagai banjar Hindu serta sekolah-sekolah pasraman di Jakarta yang ikut berpartisipasi menampilkan kreativitas seni dan budaya dalam menyambut Hari Raya Nyepi.

“Kehadiran ogoh-ogoh Sang Kala Murti dari Banjar Purna Widya menjadi salah satu yang menarik perhatian masyarakat,” katanya, Senin (9/3/2026).

Sosok ogoh-ogoh tersebut digambarkan dengan wajah garang, mata melotot, taring mencuat, serta rambut menjulang menyerupai api, melambangkan kekuatan dahsyat yang penuh makna filosofis.

I Nyoman Gede Agus Asrama mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran kegiatan tersebut meskipun sempat diguyur hujan.

“Kami bersyukur kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Walaupun sempat diguyur hujan, umat kami tetap mengikuti pawai dengan penuh semangat dan rasa senang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Sang Kala Murti merupakan manifestasi dari kekuatan waktu (kala) yang menggerakkan kehidupan menuju perubahan.

Figur ini juga dipandang sebagai aspek dahsyat dari Dewa Siwa yang melambangkan pelebur, pengakhiran, sekaligus pemurni dalam siklus kehidupan.

Meskipun digambarkan dengan wujud menyeramkan, filosofi Sang Kala Murti sesungguhnya menggambarkan kebijaksanaan kosmis tentang keseimbangan alam semesta dan perubahan yang menjadi bagian dari kehidupan.

Festival Ogoh-ogoh ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi keagamaan umat Hindu menjelang Hari Raya Nyepi, tetapi juga menjadi simbol keberagaman budaya di Jakarta. Melalui kegiatan ini, semangat toleransi dan persatuan antarumat beragama di ibu kota terus diperkuat. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here