Masjid Dhuyufur Rahman Jatijajar Bakal Dijadikan Pusat Jamaah Haji dan Umroh

258
Wali Kota Depok, H. Supian Suri didampingi Ketua KUDUSS RAHMAH, KH. Abubakar Madris saat meninjau masjid di kawasan Terminal Jatijajar.

Laporan: Aji hendro
Masjid Dhuyufur Rahman yang terletak di Kawasan Terminal Jatijajar, Kecamatan Tapos, rencananya akan dijadikan pusat kegiatan jamaah haji dan umroh. Masjid yang terletak di Jalan Raya Jakarta-Bogor itu akan menjadi hal baru di Kota Depok.

Wali Kota Depok, H. Supian Suri mengatakan, Pemerintah Kota Depok berencana menghadirkan Kantor Kementerian Haji dan Umrah yang terintegrasi langsung dengan masjid. Rencana tersebut muncul setelah dirinya meninjau langsung progres pembangunan masjid yang menelan anggaran hampir Rp33 miliar.

Menurutnya, kehadiran kantor urusan haji dan umrah di area masjid akan memaksimalkan fungsi bangunan yang sudah ada.

“Alhamdulillah hari ini saya meninjau pembangunan masjid sekaligus merencanakan hadirnya kantor urusan haji dan umrah Kota Depok di area masjid yang baru kita selesaikan bangun ini,” katanya saat meninjau Masjid Dhyufur Rahman, Selasa (20/1/2026).

Supian menjelaskan, konsep yang disiapkan adalah satu kesatuan bangunan. Masjid akan difungsikan di lantai atas, sementara kantor urusan haji dan umrah berada di lantai bawah bersama DKM. Seluruh ruang yang tersedia dinilai sangat mencukupi tanpa perlu pembangunan baru.

“Kalau hanya memaksimalkan gedung ini, sudah tidak perlu ada penganggaran lagi. Tinggal penyekatan ruang saja. Ini akan kita koordinasikan dengan Kementerian Haji dan Umroh,” ujarnya.

Ia menilai, fasilitas di masjid tersebut sangat representatif untuk mendukung operasional kantor urusan haji dan umrah, mulai dari aula berkapasitas besar, ruang-ruang kantor, hingga perpustakaan yang bisa dialihfungsikan sesuai kebutuhan.

Kebijakan pemerintah pusat yang memisahkan kantor Kementerian Agama dan Kementerian Haji dan Umrah membuat pemerintah daerah perlu ikut memfasilitasi keberadaan kantor pelayanan haji dan umrah di daerah.

“Kalau digabung seperti ini, manfaatnya jauh lebih maksimal. Jamaah umroh dan haji bisa melakukan manasik di sini, bahkan pelepasan jamaah haji Depok juga sangat layak dilakukan dari lokasi ini,” ucapnya.

Selain luas dan representatif, lokasi masjid dinilai strategis karena dekat dengan akses tol dan memiliki area parkir yang memadai untuk bus jamaah. Kedekatannya dengan Terminal Jatijajar, akses langsung ke Jalan Raya Jakarta–Bogor, serta jalur tol menjadikan area ini ideal sebagai pusat layanan haji dan umrah.

“Area ini luas, parkir bus sangat memungkinkan, dan akses ke tol juga dekat. Kalau warga bertanya lokasi kantor haji dan umrah, cukup bilang dekat Terminal Jatijajar, semua langsung tahu,” tukasnya.

Hal ini dinilai akan memudahkan mobilitas jamaah haji dan umrah asal Depok. Supian juga menyoroti letak masjid yang tidak terlalu dekat dengan permukiman warga.

Karena itu, penggabungan fungsi masjid dengan kantor urusan haji dan umrah dinilai menjadi solusi agar bangunan yang sudah dibangun dengan anggaran besar tidak menjadi kurang optimal pemanfaatannya.

“Sayang kalau alokasi anggaran besar ini tidak kita maksimalkan. Dengan kantor urusan haji dan umroh di sini, manfaatnya bisa langsung dirasakan warga Depok,” ungkapnya.

Ia berharap, ke depan masyarakat semakin mudah mendapatkan pelayanan terkait haji dan umrah. Lokasi kantor pun disebut mudah dikenali karena berada di jalur utama Jakarta-Bogor, dekat Terminal Jatijajar.

“Warga nanti kalau nanya, kantor urusan haji dan umrah di mana? Jawabannya jelas, di Jalan Raya Jakarta-Bogor, dekat Terminal Jatijajar,” tuturnya.

Rencana tersebut saat ini masih dalam tahap koordinasi lintas instansi, khususnya dengan Kementerian Haji dan Umrah, agar keberadaan kantor terintegrasi masjid tersebut dapat segera direalisasikan untuk kemaslahatan warga Depok. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here