
Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan melakukan revitalisasi angkutan kota (angkot). Revitalisasi angkot diperlukan untuk memberi kenyamanan pengguna transportasi umum.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Depok, Aan Syurahman mengatakan, Pemkot Depok mulai bersiap memburu angkot-angkot lama yang masih beroperasi meski pajaknya mati dan izinnya sudah tidak berlaku.
Dia menambahkan, di lapangan melalui divisi dim cash tip mulai dari pemeriksaan hingga penegakan hukum operasi penertiban ini direncanakan berjalan mulai Februari.

“Dari kami pihak Dishub memperkirakan angkot-angkot tak berizin tidak akan berani beroperasi saat razia berlangsung,” katanya, Selasa (20/1/2026).
Setelah tahap pengawasan dan penindakan dimaksimalkan, Pemkot Depok menyiapkan proses revitalisasi angkot. Semua langkah ini dilakukan untuk memastikan transportasi di Depok lebih tertib aman dan sesuai aturan.
Dishub berencana merevitalisasi angkutan perkotaan menjadi mikrotrans atau angkot ber-AC serta meningkatkan kualitas Standar Pelayanan Minimal (SPM) angkutan umum agar lebih nyaman dan menarik lebih banyak pengguna.
“Revitalisasi angkutan umum menjadi fokus utama Dishub Kota Depok dalam rencana kerja tahun 2026,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Organisasi Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Depok, Fredy Djuhardi kepada wartawan mengatakan, dalam pengembangan pemberdayan angkutan Kota di Depok banyak pekerjaan rumah.
“Untuk mengembangkan bagaimana angkutan kota itu diberdayakan, namun pada saat ini kita mencari bahwa angkot Kota Depok Itu yang usianya sudah tua,” katanya.
Dia menambahkan, kondisi angkot yang sudah tua dan tidak bisa dilakukan pengecatan atau peremajaan karena keadaan ekonomi. Pertama keadaan pas pemulihan ekonomi di bidang transportasi tidak berjalan yang kedua setelah lembaga pembiayaan langsung tutup tidak membiayai angkot lagi. Para sopir mencari investor sendiri tentunya dengan bunga yang tidak kecil.
“Jadi kita para sopir angkot harus peremajaan kendaraannya sudah tua tetapi kemudian lembaga pembiayaan pun tidak ada kalaupun ada itu adalah perorangan Kita berterima kasih kepada beberapa pihak yang sedang menyelenggarakan peremajaan secara perorangan,” pungkasnya. n Aji Hendro








