
Bogor | jurnaldepok.id
Pengasuh sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman, KH. Syukron Ma’mun mengaku sangat bersyukur lantaran hingga saat ini dalam usia ke 50 tahun, Ponpes Darul Rahman masih eksis bahkan terus berkembang sebagai lembaga yang konsen terhadap pendidikan agama dan pembinaan ummat.
“Peringatan Milad ke 50 Ponpes Daarul Rahman semata-semata untuk menampakkan kesyukuran atas nikmat Allah, inilah nikmat nikmat yang Allah berikan kepada kita, kita syukuri nikmat ini dan kami sangat mensyukuri nikmat yang sangat besar itu. Subhanahu wa ta’ala” paparnya.
Dikatakannya, Syukron Ma’mun hanyalah seorang anak desa belajar di Pondok Pesantren kemudian seiring waktu atas izin Allah mendirikan Ponpes Daarul Rahman semua karena keberkahan dari Allah kemudian keberkahan itu semakin nyata setelah dalam perjalan waktu Ponpes Daarul Rahman semakin eksis dan terus berkembang.

“Alhamdulillah sekarang sudah ada Ponpes Daarul Rahman 1 yang berkedudukan di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ponpes Daarul Rahman 2 di wilayah, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, dan Ponpes Daarul Rahman 3 di wilayah Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, semuanya Min Fadhli Robbi semata mata karena karunia dan keberkahan dari Allah,” imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakannya, dia mendirikan pondok pesantren Daarul Rahman lantaran dirinya mengetahui sejarah Indonesia.
“Pondok pesantren merupakan pendidikan tertua di Indonesia, sebelum pendudukan Belanda, sudah ada Pondok Pesantren, kalau saya ditanya siapa yang pertama kali mencerdaskan anak bangsa, maka saya akan menjawab, para ulama lah yang pertama kali berusaha mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan di pondok pesantren sejak jaman sebelum, zaman penjajahan Belanda hingga sekarang ini,” urai Kiai yang dijuluki Singa Podium lantaran kehebatan, keberanian dan ketegasannya menyampaikan amar ma’ruf nahi munkar dalam setiap kesempatan dakwah.
Sementara itu Ketua MPR RI, Ahmad Muzani mengulas rekam jejak perjuangan sosok seorang KH. Syukron Ma’mun selaku pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman dalam meningkatkan syi’ar Islam, mulai dari awal berdirinya Ponpes Daarul Rahman pada tahun 1975 hingga sekarang.
Dimana Ponpes Daarul Rahman telah melahirkan ribuan ulama yang menginspirasi lahirnya ratusan pondok pesantren yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
“Saya masih ingat betul pada tahun 80an saat itu Kiai Syukron Ma’mun sering bertualang keluar daerah untuk menyampaikan da’wah kepada masyarakat khususnya kaum muslim, menggugah kesadaran rakyat terhadap pemahaman akan keyakinan agamanya, menggugah kesadaran rakyat terhadap bangsa dan negaranya, menggugah kesadaran rakyat akan pentingnya partisipasi rakyat terhadap bangsa dan negaranya, itu salah satu bukti wujud tanggung jawab beliau selaku Pembina ummat, banggalah Daarul Rahman memiliki sosok yang bernama Kiai Syukron” kenang Ahmad Muzani.
Dia berharap di usia ke 50 pesantren Daarul Rahman akan makin kokoh dan melahirkan santri santri berkualitas, dia pun berharap kedepan Daarul Rahman akan lebih aktif dalam kehidupan berbangsa dan beragama.
Sementara Wakil Menteri Agama, H.R. Muhammad Syafi’i memuji dahyatnya Pesantren Daarul Rahman yang bisa bertahan bahkan berkembang diusia 50 tahun.
Sebagai wakil dari pemerintah, Muhammad Syafi’i mengatakan Pemerintah sangat memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan pesantren di Indonesia.
Dikatakannya, kemerdekaan Republik Indonesia tak terlepas dari perjuangan para santri dan ulama dari kalangan pondok pesantren. n Asti Ediawan








