
Kota Kembang | jurnaldepok.id
Partisipasi pemilih di Pilkada Depok 2024 harus meningkat dibandingkan pada Pilkada sebelumnya yang hanya mencapai sekitar 60 persen.
Hal itu dikatakan Komisioner Komisi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, Abdullah Syafii saat menghadiri kegiatan launcing Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok 2024 di kawasan GDC, Sukmajaya.
“Hari ini kami launching maskot dan jingle Pilkada Depok 2024. Ini merupakan salah satu tahapan menuju Pilkada 2024,” ujarnya.

Dia menjelaskan, tahapan Pilkada Depok 2024 sudah berjalan. Saat ini Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) sudah terbentuk di 11 kecamatan di Kota Depok. Begitu pun Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang sudah terbentuk di 63 kelurahan di Kota Depok.
“Sebentar lagi kami akan merekrut petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) untuk melakukan coklit (pencocokan dan penelitian) kepada warga. Silahkan mendaftar sebagai Pantarlih di setiap TPS yang ada di Kota Depok,” paparnya.
Syafii berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu KPU Kota Depok menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2024.
Sementara itu Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Depok, Willi Sumarlin mengatakan, Pemilu 2024 sudah selesai dilaksanakan dan berjalan aman serta nyaman. Dimana tingkat partisipasi pada pemilihan kemarin mencapai 82 persen.
“Nah ini menjadi modal kami untuk meningkatkan tingkat partisipasi pada pelaksanaan Pemilihan Wali Kota maupun Wakil Wali Kota Depok,” tandasnya.
Dikatakannya, target tersebut masih menjadi Pekerjaan Rumah bersama-sama agar partisipasi pemilih pada Pilkada Depok bisa meningkat.
“Mudah-mudahan tingkat partisipasi kepada pemilihan wali kota dan wakil wali kota dapat kami tingkatkan di Pilkada Depok 2024,” tukasnya.
Pihaknya ingin memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada Kota Depok 2024. n Aji Hendro








