LKD Latih Puluhan Siswa SMA Belajar Seni Teater

37
LKD saat foto bersama dengan siswa SMA usai mengikuti pelatihan seni teater.

Laporan: Aji Hendro
Lembaga Kebudayaan Depok (LKD) bekerjasama dengan Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Depok menggelar pelatihan teater untuk pelajar.

Kegiatan ini diikuti oleh 73 pelajar tingkat SMA dari beberapa sekolah yang ada di kota Depok yang dipusatkan di Taman Musik Jalan Merdeka, Kecamatan Sukmajaya.

Pelatihan teater ini dibuka oleh Kasi Kebudayaan pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Hafiza Aryaputri.

Dia menyambut baik antusias para peserta yang mengikuti pelatihan teater dan berharap kegiatan ini menjadi kesempatan pelajar Depok untuk semakin mengembangkan talentanya di bidang seni dan budaya. Hafiza memberi pujian menyemangati para pelajar peserta pelatihan teater.

“Siapa yang di sini datang karena disuruh? Semuanya yang datang dan ikut pelatihan ini karena keinginan sendiri,” katanya.

Ketua DKD Kota Depok, Nuroji menjelaskan bahwa pelatihan ini memiliki banyak manfaat. Pelatihan teater akan bisa membentuk orang menjadi disiplin dan bertanggung jawab.

“Pelatihan teater ini sangat penting dan berguna. Berlatih teater akan membentuk karakter jiwa yang kuat, hidup akan memiliki estetika,” katanya.

Ketua LKD, Kurniawan mengatakan, ada sekitar 73 pelajar dari delapan SMA di Depok yang ikut dalam kegiatan ini.

Mereka adalah pelajar dari SMA PGRI Kota Depok, SMAN 11, SMAN 2, SMAN 5, SMA Yapemri, SMA Master, SMK 3 Budi Utomo, dan SMK 2 Wisata Perintis.

Pelatihan positif ini akan menjadi agenda rutin untuk menambah pengetahuan dan wawasan kebudayaan kepada pelajar di Kota Depok.

“Tidak hanya teater, kami Lembaga Kebudayaan Depok juga ingin menyelenggarakan pelatihan penulisan puisi, workshop seni rupa, film dan lainnya,” katanya.

Pelatihan ini masih akan berlanjut pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Pelatihan teater yang diadakan di Taman Musik Depok ini dipandu oleh para pelaku teater, di antaranya Bambang Wahyudin, Edi Darim, Arief Lintau dan Andri Bayuardi.

Para mentor adalah seniman yang sudah tidak diragukan kemampuannya berteater di atas panggung dan layar kaca.

Mereka memberi pengetahuan dasar-dasar berteater dan mengajari siswa berpraktek langsung di hadapan peserta lain.

Puncak kegiatan semakin seru lantaran para pelajar membentuk kelompok. Masing-masing kelompok menyiapkan skenario cerita mereka dan menampilkan kemampuan mereka di atas panggung Taman Musik Depok yang berbentuk lingkaran.

Peserta dari Kelompok Ramses menampilkan kisah kemelut pelajar brokenhome. Nathanael Siburian dari Kelompok Ramses mengatakan, kegiatan pelatihan ini memberi banyak manfaat untuk pelajar seperti dirinya.

“Kegiatannya seru. Aku punya banyak teman baru. Ikut belajar teater menumbuhkan kreativitas dan rasa percaya diri tampil di depan umum,” kata Siswa Kelas X SMA PGRI Kota Depok ini. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here