
Laporan: Aji Hendro
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Devi Maryori mengatakan, Kota Depok mewakili Indonesia meraih Bronze Awardees pada ajang ASEAN Smoke-free Awards (ASA) tahun 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan regional atas konsistensi dan efektivitas penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
“Penghargaan tersebut diterima oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin di JW Marriott, Kuala Lumpur, Malaysia,” katanya, Minggu (13/9/2026).
Selain Kota Depok, penghargaan serupa juga diberikan kepada empat wilayah lainnya di kawasan ASEAN. Yaitu, Kuala Lumpur, Malaysia; Thanbyuzayat, Myanmar; Pasig City, Filipina; dan Maha Sarakham, Thailand.

Penghargaan ini sekaligus menyoroti pentingnya kebijakan bebas asap rokok yang kuat serta penerapannya secara efektif di seluruh kawasan ASEAN.
Devi mengatakan, upaya perlindungan masyarakat dari paparan asap rokok di Kota Depok dibangun sebagai sebuah ekosistem. Hal tersebut tidak hanya dilakukan melalui regulasi KTR, tetapi juga pembinaan dan pengawasan secara berkelanjutan.
“Upaya perlindungan kami lakukan tidak hanya melalui regulasi KTR, tetapi juga melalui pembinaan dan pengawasan di tujuh tatanan KTR,” ujarnya
Devi menjelaskan, tujuh tatanan KTR tersebut meliputi fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, serta tempat umum.
Seluruh tatanan tersebut menjadi sasaran pembinaan, pengawasan, dan penegakan secara berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui penegakan lintas sektor, pengendalian iklan dan promosi rokok, edukasi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA), Dr. Ulysses Dorotheo menambahkan
penghargaan ini mengapresiasi pencapaian kebijakan bebas asap rokok di tingkat daerah (sub-nasional) dalam upaya melindungi kesehatan masyarakat, serta sejalan dengan Agenda Pembangunan Kesehatan ASEAN Pasca-2015 dan Deklarasi ASEAN Tahun 2017 tentang Budaya Pencegahan.
SEATCA akan terus bekerja sama dengan kota-kota ini untuk mengembangkan pencapaian mereka saat ini.
“Kami yakin pemerintah lain di Asia Tenggara akan terinspirasi oleh pencapaian ini,” katanya.
Pemerintah daerah menunjukkan bahwa lingkungan bebas asap rokok dapat dan harus menjadi standar di seluruh kawasan dengan cara menolak dengan tegas berbagai tantangan dari industri tembakau serta mengutamakan kesehatan masyarakat.
“Kami bangga dapat memimpin inisiatif ASEAN Smoke-Free Awards di bawah naungan ASEAN Health Cluster 1 bersama SEATCA dan Sekretariat ASEAN,” pungkasnya.








