Keren! Pengrajin Tape di Pasir Putih Mampu Sekolahkan 4 Anaknya Hingga Sarjana

176
Lurah Pasir Putih, Umar saat berkunjung ke rumah pengrajin tape, Samsiah.

Laporan: Asti Ediawan
Mengawali usaha sebagai pedagang Tape Singkong Keliling pada tahun 90 an, kini kehidupan keluarga Ribin salah satu pengrajin Tape Singkong di Kampung Bombay RT 04/05, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan terbilang sangat mapan, bahkan Ribin beserta Istrinya Samsiah mampu menyekolahkan 4 orang anaknya dari hasil usaha Tape Singkong dan 3 diantaranya telah lulus kuliah dan berhasil meraih gelar sarjana.

Kepada Jurnal Depok, Samsiah istri Ribin menceritakan bahwa dirinya bersama suaminya telah menekuni usaha produksi dan penjualan Tape Singkong sejak tahun 1990 kala itu dirinya baru menikah dengan Ribin.

“Ya, sejak masih penganten baru saya sudah ikut membantu suami membuat Tape Singkong untuk dijual secara keliling atau ke pasar, dan alhamdulillah sekarang usaha ini masih bisa bertahan,” ungkap Samsiah.

Dikatakannya pada awalnya dirinya bersama suami hanya membuat dan menjual sekitar 5 kilogram Tape dalam sehari dan seiring waktu omzet terus meningkat dan kini keluarganya mampu memproduksi 5 kwintal Singkong dalam sehari dan hasil produksi dijual ke Pasar dan Super Market.

“Kami memulai usaha ini dari nol pada tahun 90 an, Alhamdulillah seiring waktu usaha kami terus meningkat dan sekarang setiap hari kami memproduksi lima kwintal singkong dalam sehari atau sekitar 125 kwintal singkong dalam sebulan untuk diproduksi menjadi Tape Singkong,” papar Samsiah.

Saat ditanya omzet penjualan, Samsiah mengatakan dalam sebulan omzet usaha penjualan rata rata sebesar Rp 50 juta sebulan dan dengan keuntungan sebesar Rp 25 jutaan.

Diakuinya, usaha produksi dan penjualan Tape Singkong selama ini merupakan andalan keluarganya dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari hari termasuk membiayai ke 4 anaknya bersekolah.

“Anak kami ada lima, satu sudah meninggal dunia dan 3 sudah lulus kuliah dan dan sudah menjadi sarjana dan satu lagi masih SMA, semua biaya pendidikan anak kami dari hasil penjualan usaha Tape Singkong,” urai Samsiah.

Keberhasilan keluarga Ribin mengelola usaha produk Tape Singkong mengundang rasa kagum Lurah Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Umar seraya menegaskan keberhasilan keluarga Ribin bisa dijadikan inspirasi bagi seluruh warga terutama para pelaku usaha kecil untuk terus bersemangat menjalankan usaha dalam kondisi apapun juga.

“Ini sungguh luar biasa dari yang tadinya hanya pengrajin kecil yang menjual hasil produknya secara door to door kini menjadi pengusaha sukses yang telah memiliki segalanya dan mampu menyekolahkan tiga orang anaknya sampai sarjana, saya berharap fakta ini bisa menjadi penyemangat para pelaku usaha kecil khususnya yang ada di wilayah Kelurahan Pasir Putih untuk menekuni apapun bidang dan tidak gampang menyerah, seperti yang dilakukan oleh keluarga bapak Ribin dan ibu Samsiah,” ujar Umar saat memantau proses produksi Tape Singkong dirumah keluarga Ribin.

Dikatakannya selain usaha Tape Singkong, di Kampung Bombay RW 05 juga ada sejumlah warga yang mengembangkan usaha produksi dan penjualan Tape Uli.

“Ya di RT 02/05 ada beberapa keluarga yang menggeluti usaha Tape Uli namum memang omzet nya belum begitu besar karena para pelaku usaha masih terkendala permodalan dan pemasaran, oleh sebab itu nanti kami akan masuknya para pengrajin Tape Uli ini ke paguyuban UMKM agar mendapatkan pembinaan dan mungkin juga bantuan modal,” tutup Umar. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here