Banyak Bangunan Liar, Fasos Fasum Vila Mutiara Cinere Belum Dioptimalkan

167
Terlihat PKL saat berjualan di lahan fasos fasum Vila Mutiara.

Limo | jurnaldepok.id
Lahan fasos fasum perumahan Villa Mutiara Cinere yang terletak di Jalan Rawakalong RT 01/10, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, hingga saat ini tidak bisa dioptimalkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Pasalnya diatas lahan tersebut telah dipenuhi puluhan bangunan liar (Bangli) yang dijadikan tempat usaha oleh masyarakat.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Ketua RW 10, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Mantri Muhammad mengaku tidak tahu menahu asal muasal kisruh lahan yang ditempati puluhan pedagang liar sebab saat awal lahan tersebut dioptimalkan oleh pedagang liar dirinya belum menjabat sebagai Ketua RW namun dirinya mengatakan sempat menyaksikan aksi pembongkaran paksa yang dilakukan oleh Satpol PP beberapa tahun silam.

“Ya waktu itu saya belum menjadi Ketua RW jadi saya kurang tahu prihal kisruh lahan yang katanya merupakan lahan fasos fasum perumahan Vila Mutiara Cinere yang sudah diserahkan ke Pemerintah Kota Depok, beberapa tahun silam saya sempat menyaksikan ada kegiatan pembongkaran paksa oleh Satpol PP tapi karena aksi pembongkaran tidak ada tindak lanjutnya, sekarang lahan seluas hampir tiga ribu meter persegi itu kembali dipenuhi bangunan lapak pedagang,” papar Mantri Muhammad.

Mantri juga mengaku tidak mengetahui siapa yang menaungi para pedagang liar sehingga berani memanfaatkan lahan yang diklaim oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan pemilik asal lahan.
“Ya, diatas lahan itu sekarang ada dua Plang, yakni plang Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan Plang yang dipasang oleh kuasa hukum ahli waris pemilik lahan asal,” ungkap Mantri.

Dia berharap sengketa lahan fasos fasum perumahan Vila Mutiara Cinere di wilayah nya dapat segera terselesaikan sehingga tidak ada lagi dua Plang berbeda diatas satu hamparan lahan.

“Ya, mudah mudahan ada titik temu penyelesaian sehingga lahan itu tidak lagi dipenuhi bangunan liar yang bikin kawasan menjadi kumuh dan terkesan kurang tertata,” pungkasnya. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here