
Margonda | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Supian Suri telah menyelamatkan seorang siswa dari keluarga tidak mampu yang nyaris gagal melanjutkan sekolah. Berkat sentuhan bantuan dari Supian, akhirnya siswa tersebut bisa melanjutkan pendidikan.
Sekretaris DPD Partai Nasdem Kota Depok, Roy Pangharapan mengapresiasi tindakan wali kota karena atas nama kemanusiaan mau menyelamatkan siswa tersebut dari ancaman putus sekolah.
“Saya mendapatkan laporan ada anak lulus SMP belum mendapatkan sekolah baik SMA maupun SMK,dan sangat ingin melanjutkan sekolah. Saya berkordinasi dengan pak Wali, dan alhamdulillah direspon dan dikasih jalan keluar,” katanya, Selasa (15/9/2026).
Wali kota menyarankan agar siswa tersebut melanjutkan ke SMK supaya nanti saat lulus bisa langsung kerja. Roy menuturkan, tindakan Wali Kota Depok patut diacungkan jempol karena untuk jenjang SMA dan SMK bukanlah wewenang di tingkat kota, tapi wali kota bersedia turun tangan mengurusnya.
“Atas nama kemanusiaan saya mengacungkan jempol atas tindakan Wali Kota Depok menyelamatkan siswa dari putus sekolah,” ucapnya.
Roy menilai, langkah wali kota patut dicontoh oleh pejabat lainnya. Sehingga tidak ada alasan bahwa karena bukan wewenangnya kemudian tidak berani melakukan tindakan kemanusiaan.
“Saya berharap semua pejabat mencotoh tindakan Walikota Depok, Supian Suri,” ujarnya.
Menurutnya setiap pejabat sebenarnya bisa seperti Supian yang mau turun tangan membantu rakyat yang membutuhkan. Namun mengapat selama ini sulit untuk melaporkan dan mendapatkan bantuan dari pejabat.
“Mengapa hanya Wali Kota Depok yang mau seperti ini. Kuncinya asal para pejabat ada kemauan membantu rakyat,” tegasnya.
Menurutnya, presiden, gubernur, bupati dan walikota dipilih langsung oleh rakyat, seharusnya kewajiban mereka membantu rakyat keluar dari kesulitan.
“Namun karena tidak menjadi kewajiban maka, tidak semua punya nurani seperti Walikota Depok mau langsung membantu rakyat. Kebanyakan pejabat tutup mata pada kesulitan rakyat,” ungkapnya.
Menurutnya ada kesalahan dalam berdemokrasi di negara ini yang membuat pemilihan langsung tidak memberi manfaat.pada rakyat.
“Para politisi dipilih rakyat untuk jadi pemimpin. Setelah dipilih, menikmati kursi kekuasaan, mereka tutup mata bahkan menjadi bagian menyusahkan rakyatnya,” katanya.
Menurutnya partai pengusunglah yang bertanggung jawab menertibkan politisinya yang menjabat. Namun tidak semua partai mau dan punya kemampuan untuk menertibkan politisinya yang menjabat. n Aji Hendro








