
Cinere | jurnaldepok.id
Sebanyak 20,85 ton atau setara dengan 20.850 kilogram beras bansos Bulog untuk jatah 695 keluarga penerima manfaat (KPM) di wilayah Kecamatan Cinere dipastikan tidak tersalurkan dan harus dikembalikan ke Bulog lantaran terkendala berbagai faktor.
Petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Cinere, Ahmad Syarif mengatakan pengembalian bansos beras Bulog jatah bulan Julu, Agustus dan September disebabkan sejumlah faktor diantaranya alamat KPM tidak jelas, KPM telah meninggal dunia serta penetapan desil penerima bansos.
“Pendistribusian Bansos Bulog periode Juli, Agustus dan September mengacu pada data dari Bappenas dan setelah kami verifikasi banyak KPM yang tidak ditemukan alamatnya dan KPM yang telah meninggal dunia sementara dan aturan baru yang mengharuskan penerima bansos adalah warga yang tercatat di Desil 1 sampai desil 4,” ujar Syarif.
Secara rinci jumlah paket bansos yang tidak tersalurkan terdiri 699 paket di wilayah Kelurahan Kelurahan Gandul, 687 paket di wilayah Kelurahan Cinere, 596 paket di wilayah Kelurahan Pangkalan Jati, dan 102 paket di wilayah Kelurahan Pangkalan Jati Baru.
Meskipun menilai masih sangat banyak warga yang layak menerima bansos, namun Syarif mengatakan pihaknya tidak bisa menyalurkan bansos kepada KPM yang tidak memenuhi persyaratan yakni warga yang tercatat di Desil 1-4.
“Ya, sebetulnya banyak sekali warga yang tercatat di Desil 5 dan seterusnya yang menurut penilaian kami layak mendapatkan bantuan sosial namum kami ogah ambil resiko karena jelas di aturannya penerima bansos Bulog adalah warga yang tercatat di Desil satu sampa empat, dan pada periode ini tidak diperbolehkan untuk mengalihkan bansos ke desil lima dan seterusnya,” imbuhnya. n Asti Ediawan








