

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Sekitar 80 persen pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok periode 2026-2031 didominasi dari kalangan generasi Z (GenZ).
Ketua DPC PPP Kota Depok periode 2026-2031 H Mazhab HM mengatakan, regenerasi menjadi salah satu pesan kuat yang mengemuka dalam konsolidasi PPP Kota Depok.
“Sebanyak 80 persen jajaran pengurus DPC PPP Kota Depok disebut berasal dari kalangan Generasi Z, ”katanya usai kegiatan pelantikan pengurus DPC PPP Depok,” katanya, Minggu (6/9/2026).

Dia menambahkan, bahkan, 99 persen posisi ketua dan sekretaris ranting diisi kader yang berusia di bawah 30 tahun. Komposisi tersebut menunjukkan adanya upaya menghadirkan wajah baru dalam tubuh organisasi. Namun, regenerasi tidak berarti meninggalkan pengalaman kader senior.
“Peran para senior tetap dibutuhkan sebagai bagian dari proses pembinaan, pendampingan, sekaligus menjaga kesinambungan perjuangan partai,” ujarnya.
Mazhab menambahkan, perpaduan antara energi generasi muda dan pengalaman kader senior diharapkan mampu menjadi modal dalam memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kehadiran partai di tengah masyarakat.
Tidak berhenti pada penguatan struktur, PPP Kota Depok juga membawa sejumlah program yang diarahkan pada kebutuhan konkret masyarakat.
“Sedikitnya tiga program unggulan menjadi bagian dari langkah organisasi untuk memberikan kontribusi sosial sekaligus berjalan seiring dengan visi pembangunan Kota Depok,” tukasnya.
Program pertama menyasar sektor ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM. PPP Kota Depok telah mendampingi sekaligus memberikan bantuan permodalan kepada 155 pelaku UMKM binaan.
Sejumlah produk lokal yang dikembangkan para pelaku UMKM, seperti dodol, wajik, tape, hingga keripik singkong, bahkan telah dipasarkan ke luar daerah. Upaya tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku usaha agar produk lokal memiliki daya saing dan mampu berkembang lebih jauh.
Program kedua berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan melalui gerakan Depok Asri. Dalam program ini, PPP Kota Depok mencatat telah menanam sebanyak 725 pohon di sejumlah kawasan yang dinilai membutuhkan penghijauan.
Penanaman dilakukan secara berkala sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Gerakan tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung upaya mewujudkan Kota Depok yang lebih hijau, asri, dan nyaman bagi masyarakat.
Sementara itu, bidang keagamaan diperkuat melalui Gerakan Wakaf Al-Qur’an. Program tersebut secara konsisten dilaksanakan pada momentum Peringatan Hari Besar Islam (PHBI).
Hingga saat ini, sekitar 800 eksemplar Al-Qur’an telah didistribusikan melalui gerakan tersebut. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus ikut mendukung pemberantasan buta huruf Al-Qur’an di Kota Depok.
Ada pesan regenerasi yang cukup kuat, sekaligus upaya mempertegas bahwa PPP Kota Depok ingin membangun organisasi dengan melibatkan lebih banyak anak muda tanpa mengesampingkan pengalaman kader senior.
“Dengan kombinasi regenerasi, konsolidasi organisasi, pemberdayaan ekonomi, kepedulian lingkungan, dan penguatan kehidupan keagamaan, PPP Kota Depok menatap fase berikutnya dengan harapan mampu menghadirkan kontribusi yang lebih nyata bagi masyarakat,” harapnya.
Di lokasi sama, Wali Kota Depok, Supian Suri memberikan apresiasi terhadap kiprah PPP Kota Depok dalam melayani masyarakat.
Supian menilai, PPP Depok telah menunjukkan kontribusi nyata melalui berbagai program kemasyarakatan. Menurutnya, ada tiga program PPP yang menjadi perhatian, yakni penanaman pohon, peningkatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pemberantasan buta huruf Al-Qur’an.
“Tadi disampaikan Prof. Mazhab ada tiga program yang sudah dilaksanakan, mulai dari penanaman pohon, peningkatan UMKM, juga program buta huruf Al-Qur’an,” katanya.
Supian menilai program tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Depok dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. n Aji Hendro







