
Cimanggis | Jurnal Depok
Wali Kota Depok, Supian Suri mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan DPRD Kota Depok siap mengembangkan kawasan setu sebagai sport tourism.
Salah satu yang bisa dikembangkan adalah Festival Perahu Naga. Pihaknya akan membuka peluang memperbesar skala Festival Perahu Naga agar lebih banyak daerah yang ikut serta dan menjadi agenda rutin atlet dayung.
Festival Perahu Naga sudah digelar sebanyak 9 kali. Pihaknya akan mengevaluasi pelaksanaan festival untuk melihat peluang pengembangannya pada tahun-tahun mendatang.

“Kita akan terus evaluasi program ini. Ini secara rutin kita sudah laksanakan, ini sudah tahun ke-9,” katanya saat menghadiri kegiatan Festival Perahu Naga di Situ Rawa Kalong, Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis, Minggu (9/8/2026).
Menurutnya, pemerintah membuka peluang mengundang lebih banyak peserta dari provinsi lain sehingga festival tersebut memiliki jangkauan yang lebih luas.
“Mudah-mudahan di tahun-tahun berikutnya kita akan bisa terus tingkatkan, mengundang lebih banyak dari provinsi lain,” harapnya.
Supian melihat, keikutsertaan enam provinsi tahun ini sebagai sinyal bahwa Festival Perahu Naga mulai memiliki tempat dalam agenda para peserta dari luar Depok.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan menjadi agenda rutin bagi klub maupun atlet dayung dari berbagai daerah.
Selain memperluas skala penyelenggaraan, Supian melihat Festival Perahu Naga memiliki manfaat bagi pembinaan atlet muda Depok.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi anak-anak muda, khususnya pecinta olahraga dayung, untuk berlatih sekaligus mengasah kemampuan melalui kompetisi.
“Banyak hal yang kita dapat. Pertama, bagaimana potensi anak-anak muda, khususnya pecinta dayung bisa terlayani dengan kegiatan seperti ini. Mereka berlomba, mereka berlatih,” tuturnya.
Supian menilai, pengalaman bertanding dalam festival dapat menjadi bagian dari proses pembinaan atlet Depok. Terlebih,para atlet akan menghadapi agenda olahraga daerah yang membutuhkan persiapan.
Festival Perahu Naga juga dikembangkan dengan konsep sport tourism, yakni memadukan olahraga dan pariwisata. Pemkot Depok berharap kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan Situ Rawa Kalong sebagai destinasi wisata.
“Kehadiran peserta dari enam provinsi dan masyarakat di sekitar lokasi juga membuka ruang bagi pergerakan ekonomi lokal sehingga UMKM Kecamatan Cimanggis dapat dilibatkan dalam kegiatan ini,” tukasnya.
Supian mengapresiasi panitia, pembina PODSI, Disporyata, sponsor, pelaku UMKM, Pokdarwis Situ Rawa Kalong, serta seluruh peserta yang mendukung penyelenggaraan.
Ia berharap kegiatan olahraga seperti Festival Perahu Naga sekaligus membantu menjaga Situ Rawa Kalong tetap aktif dan terawat.
Sementara itu, Dewan Pembina Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kota Depok yang juga Wakil Ketua DPRD Depok, Yeti Wulandari mengatakan, Festival Perahu Naga telah digagas sejak 2015.
Kegiatan tersebut berangkat dari potensi Kota Depok yang memiliki sejumlah atlet dayung berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.
“Alhamdulillah, pada hari ini tanggal 9 Agustus sudah dilaksanakan Festival Perahu Naga yang ke-11. Pelaksanaan kegiatan ini sudah dari tahun 2015 saya inisiasi, karena memang pada saat itu saya melihat bahwa kita mempunyai atlet-atlet dayung baik tingkat skala nasional maupun internasional,” katanya.
Menurutnya, keberadaan atlet-atlet dayung tersebut perlu didukung dengan fasilitas dan ruang latihan yang memadai di Kota Depok.
Selama ini, atlet dayung Depok masih banyak memanfaatkan wilayah kota dan kabupaten tetangga untuk latihan maupun penyelenggaraan kegiatan.
Selain mengembangkan olahraga dayung, Festival Perahu Naga juga diharapkan menjadi sarana untuk menjaring bibit-bibit atlet baru di Kota Depok. Yeti menilai regenerasi penting dilakukan agar prestasi atlet dayung Depok dapat terus berlanjut.
“Saya ingin juga menginisiasi mencari bibit-bibit dayung di Kota Depok. Karena banyak atlet-atlet kita yang sudah berskala internasional. Sayang kalau kita tidak mempunyai bibit tetapi kita tidak melakukan pengkaderan,” tuturnya.
Kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar situ. Dalam setiap pelaksanaan kegiatannya, kata Yeti, pihaknya berupaya melibatkan pelaku UMKM setempat.
Ia berharap, penyelenggaraan berbagai event di kawasan situ dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk berusaha sehingga aktivitas ekonomi di sekitar kawasan tersebut ikut tumbuh.
“Saya ingin juga salah satu ini menjadi destinasi wisata air dan olahraga, dan meningkatkan roda ekonomi masyarakat di sekitar situ dengan adanya UMKM-UMKM yang nantinya diberikan ruang untuk membuka usaha,” pungkasnya. n Aji Hendro








