
Margonda | jurnaldepok.id
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok Wahid Suryono mengatakan, selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 harus aman, nyaman dan menyenangkan. Dia juga mengingatkan agar tidak ada perplocoan hingga bullying.
“Jadikan MPLS ini sebgai wahana persiapan untuk siswa baru untuk mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah. Kami harap pelaksanaan MPLS di Kota Depok berjalan aman dan nyaman,” katanya di SMPN 3 Depok, Senin (13/7/2026).
Dia mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) No 400.3.5.1/4387/Sek.Umpeg/2026 terkait pelaksanaan MPLS. Surat yang diterbitkan pada 8 Juli 2026 ini menjadi panduan bagi seluruh satuan pendidikan.

Disdik Depok menekankan agar seluruh satuan pendidikan menyambut peserta didik melalui kegiatan yang ramah anak, aman, tertib, dan menyenangkan.
Khusus untuk kegiatan MPLS yang berlangsung pada 13- 17 Juli 2026, sekolah diinstruksikan untuk memastikan lingkungan sekolah bebas dari segala bentuk kekerasan, perpeloncoan, dan pungutan. Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan suasana sekolah yang ramah, inklusif, dan menyenangkan bagi para siswa baru.
Sementara itu, Kepala SMPN 2 Depok, Sumarno mengatakan, MPLS merupakan tahap penting dalam membantu proses adaptasi siswa dari jenjang sekolah dasar menuju SMP.
“Tujuan MPLS adalah memperkenalkan kehidupan baru bagi peserta didik kelas VII. Mereka perlu memahami budaya belajar di satuan pendidikan ini sehingga dapat beradaptasi dengan baik dan siap mengikuti proses pembelajaran,” katanya.
Ia menjelaskan, pada Tahun Ajaran 2026/2027 sekolah menerima kuota sebanyak 396 siswa yang terbagi dalam 11 rombongan belajar, masing-masing berisi 36 siswa. Namun, setelah proses daftar ulang selesai, jumlah peserta didik yang resmi bergabung menjadi 386 siswa.
“Sebanyak 10 calon siswa tidak melakukan daftar ulang karena memilih melanjutkan pendidikan di sekolah lain yang menjadi pilihan mereka,” katanya.
Dalam sambutannya kepada para orang tua, Sumarno mengajak seluruh wali murid untuk bersama-sama mendukung proses pendidikan anak selama menempuh pendidikan di SMP Negeri 2 Depok.
“Kami berharap para orang tua mendukung budaya belajar yang diterapkan di sekolah. Salah satunya melalui pola belajar 5-2-1 yang menjadi budaya akademik SMP Negeri 2 Depok. Sinergi antara sekolah dan keluarga sangat penting untuk keberhasilan pendidikan anak,” tuturnya.
Sumarno berharap agar SMPN 2 Depok mampu mempertahankan reputasinya sebagai sekolah unggulan di bidang akademik.
“Kami ingin mewujudkan target sebagai sekolah unggulan akademik dengan bekerja keras dan bekerja bersama. Harapannya, lulusan SMP Negeri 2 Depok dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah-sekolah unggulan sesuai cita-cita mereka,” pungkasnya. n Aji Hendro








