
Sawangan | jurnaldepok.id
Camat Sawangan, H. Anwar Nasihin meminta kepada seluruh elemen masyarakat dan pengguna jalan agar mendukung kondusifitas pelaksanaan pekerjaan pembangunan Jalan Enggram dan Jalan Pemuda, seraya mengingatkan warga untuk tidak bikin ulah dalam menyikapi kondisi lingkungan sekitar Jalan Enggram yang masih dalam proses pembangunan.
Demikian diungkapkan Anwar usai menerima laporan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, H. Widodo yang rumahnya didatangi dua orang warga Jalan Enggram pada, Senin (20/07/26) malam yang secara emosional menyampaikan protes terkait akses jalan keluar masuk rumah.
“Ya, Selasa pagi saya mendapat laporan dari Pak Ketua LPM Sawangan Baru bahwa rumahnya didatangi dua orang warga yang menyampaikan protes karena merasa tidak nyaman dan terganggu soal akses jalan keluar masuk rumah,” ujarnya.

Orang tersebut, lanjutnya, juga menuduh Ketua LPM menerima uang dari kegiatan pembangunan Jalan Enggram.
“Hal ini tak perlu terjadi jika warga memahami kondisi bahwa saat ini pemerintah sedang melaksanakan pembangunan Jalan Enggram dan Jalan Pemuda untuk memenuhi hajat orang banyak dalam upaya mengentaskan kemacetan di Jalan Raya Sawangan,” ungkap Anwar.
Dia mengatakan, jika ada hal-hal yang ingin dikritisi terkait pelaksanaan pekerjaan pembangunan Jalan Enggram dan Jalan Pemuda, hendaknya dapat disampaikan secara baik-baik dan melalui mekanisme yang benar dan tepat.
“Sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi kepada warga sekitar prihal potensi gangguan kenyamanan aktivitas transportasi saat pelaksanaan pekerjaan pembangunan sedang berlangsung, jika ada hal yang ingin disampaikan silahkan kemukakan dengan baik tanpa harus bikin gaduh,” tegas Anwar.
Dia menambahkan, pelaksanaan pembangunan Jalan Enggram merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam mengatasi masalah kemacetan di Jalan Raya Sawangan dan Jalan Raya Muchtar yang selama ini selalu menjadi sorotan masyarakat.
Ia meminta kepada semua pihak termasuk warga di sekitar lokasi pembangunan Jalan Enggram untuk sementara bersabar dan dapat memahami kondisi yang ada.
Meski demikian dia juga mengingatkan kepada jajaran aparatur dan stakeholder setempat untuk senantiasa melakukan sosialisasi dan memberikan pencerahan kepada masyarakat, khususnya warga sekitar lokasi proyek terkait kondisi lingkungan selama pelaksanaan pekerjaan pelebaran jalan.
“Hal ini penting agar warga merasa diperhatikan dan tidak diabaikan kepentingannya. Kami berharap kejadian semacam ini tak terulang lagi, dan pengurus lingkungan harus peka dengan perkembangan kondisi dan situasi di masyarakat, namun disisi lain kami juga mengingatkan warga untuk tidak bikin gaduh,” tegasnya.
Terpisah Ketua LPM Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, H. Widodo mengaku sempat kaget dengan kedatangan dua orang warga ke rumahnya pada Senin malam untuk menyampaikan keluhan atau protes prihal akses jalan keluar masuk rumah yang terhalang material pembangunan Jalan Enggram.
“Ya, mereka datang ke rumah saya dengan marah-marah dan mereka menuduh saya menerima uang dari proyek pembangunan Jalan Enggram, Na’uzubillahiminzalik ini yang bikin saya kesal,” ungkap Widodo.
Meski demikian, dia mengatakan akan tetap berupaya menyampaikan keluhan dua orang warga tersebut kepada pihak kontraktor pelaksana pembangunan Jalan Enggram dan Jalan Pemuda sebagai wujud nyata pelayanan terhadap masyarakat.
“Saya tidak pernah menolak jika ada warga yang minta tolong untuk difasilitasi, tapi yang enggak bisa saya terima soal tuduhan saya menerima uang dari proyek ini, karena sepeserpun saya tidak pernah menerima uang atau apapun juga dari proyek ini. Insha Allah saya masih punya penghasilan yang bisa mencukupi kebutuhan keluarga,” pungkasnya. n Asti Ediawan








