
Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mulai melakukan penataan di Jalan Pemuda Depok Lama, Kecamatan Pancoran Mas.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Yodi Joko Bintoro kepada wartawan mengatakan, pihaknya melaksanakan penataan kawasan Jalan Pemuda di Kecamatan Pancoran Mas. Penataan dilakukan oleh Bidang Bina Marga Dinas PUPUR Kota Depok.
Penataan Jalan Pemuda dilakukan sebagai upaya meningkatkan kenyamanan keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat. Pekerjaan ini mencakup penataan sepanjang 282 meter dengan peningkatan kualitas jalan yang memiliki lebar antara lima hingga 9,4 meter

“Di lokasi kami juga merevitalisasi trotoar dengan lebar dua hingga 4,8 meter agar lebih nyaman bagi pejalan kaki,” katanya, Rabu (1/7/2026).
Selain itu selain itu dilakukan pembangunan saluran drainase menggunakan rubik berukuran 40 x 60 cm dan mainhol berukuran 80 x 80 cm guna mendukung sistem pengairan air yang lebih optimal.
Sebagai tahap awal pelaksanaan pada 24 Juni 2026 2026 bidang Bina Marga telah melakukan pengukuran lapangan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan kegiatan yang didanai melalui APBD Kota Depok tahun anggaran 2026 ini
Pekerjaan penaataan Jalan Pemuda dilaksanakan selama 90 hari kalender mulai 22 Juni hingga 19 September 2026
“Melalui penataan ini kemudian kami iharapkan menjadi lebih bertata aman nyaman dan memberikan manfaat bagi masyarakat kota Depok,” ujarnya.
Sementara itu, Tokoh Kaum Depok perwakilan Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein Boy M. Kouwenhoven menyampaikan rasa bangganya atas terselenggaranya penataan di Jalan Pemuda.
Boy juga memberikan apresiasi kepada Wali Kota Depok Supian Suri dan Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah yang dinilai telah mendorong penataan Jalan Pemuda yang merupakan salah satu lokasi sejarah di Depok.
“Ini bentuk perhatian yang luar biasa dari Pak Wali Kota Depok Supian Suri dan Pak Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah. Kami sangat mengapresiasi,” katanya.
Ketua Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Depok, Nuroji mengatakan, penataan kawasan Depok Lama dapat membuka peluang investasi dan menciptakan pusat ekonomi baru.
Menurutnya, berbagai fasilitas penunjang seperti area hiburan, restoran, hingga hotel dapat dibangun untuk memenuhi kebutuhan wisatawan.
“Kalau kawasan ini ditata lebih baik lagi, akan memiliki daya tarik bagi investor,” katanya.
Ia mencontohkan keberhasilan Kota Lama Semarang yang kini berkembang menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia.
Menurutnya, konsep serupa dapat diterapkan di Depok Lama dengan tetap mempertahankan nilai sejarah yang dimiliki.
“Dulu Semarang juga hampir sama seperti kawasan Jalan Pemuda sekarang. Namun setelah ditata dan direstorasi, kawasan itu berkembang menjadi pusat wisata yang hidup dengan tetap mempertahankan arsitektur heritage,” jelasnya.
Nuroji menekankan, pengembangan kawasan heritage harus dilakukan secara hati-hati. Penataan trotoar, ruang terbuka publik, hingga revitalisasi bangunan-bangunan tua perlu dilakukan tanpa menghilangkan karakter dan keaslian arsitekturnya.
Ia menilai bangunan-bangunan bersejarah dapat dimanfaatkan sebagai kafe, galeri, atau ruang usaha kreatif selama tidak mengubah struktur maupun nilai historisnya. Justru, menurutnya, keaslian bangunan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. n Aji Hendro








