Dihuni Berbagai Etnis dan Suku, Blok Singkuk Layak Disebut Kampung Keberagaman

184
Warga Blok Singkuk saat melakukan aksi gotong royong.

Laporan: Asti Ediawan
Kampung Blok Singkuk RW 11, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo patut kiranya menyandang gelar Kampung Keberagaman sebab meski penduduknya terdiri dari berbagai etnis atau suku serta latar belakang status sosial berbeda, namum warga penghuni kampung Blok Singkuk tetap mampu menjaga kerukunan dan kebersamaan yang menciptakan keharmonisan dalam menjalankan aktivitas sehari hari.

Ketua RW 11, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Sayoko Pranowo mengaku bangga dengan tingginya sikap toleransi yang ditunjukkan oleh 3.500 warga yang menghuni 5 wilayah RT dilingkup wilayah RW 11 hal ini kata dia dapat dilihat saat penyelenggaraan kegiatan sosial kemasyarakatan semua elemen masyarakat turut serta dan mengambil peran sesuai kemampuan masing masing.

“Hampir semua etnis atau suku ada di kampung kami mungkin itu yang membedakan Blok Singkuk dengan kampung lainnya, namun kami sangat bersyukur karena dibalik keberagaman ternyata warga kami bisa hidup rukun damai secara berdampingan tanpa saling mengusik dan yang lebih membanggakan lagi disaat ada kegiatan sosial kemasyarakatan semua warga ikut berpartisipasi dan tak ada yang mau ketinggalan,” ungkap Sayoko.

Tingginya sikap toleransi warga Blok Singkuk diakui oleh Abdul Gani selaku Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kecamatan Limo.

Abdul bahkan sempat menjadikan kampung Blok Singkuk sebagai pilot projek pelaksanaan kegiatan forum pembauran yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

“Ya, di Kampung Blok Singkuk penduduknya sangat majemuk, semua suku ada di sana mulai dari Betawi, Sunda, Jawa, Batak, Ambon, Bugis, Minang bahkan etnis tionghoa juga ada, tapi mereka hidup damai, rukun dan kompak makanya waktu itu kami menetapkan Blok Singkuk sebagai pilot projek pelaksanaan program Kampung Pembauran,” terangnya.

Diapun setuju jika Blok Singkuk dijuluki sebagai Kampung Keberagaman karena memang warga penghuni di kawasan seluas 35 hektar itu berasal dari berbagai etnis dan suku serta latar belakang sosial yang beragam,

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here