Diduga Mahar Rp 500 Juta Terlalu Besar, Muskot Kadin Depok Hanya Ada Satu Calon

72
Lambang Kadin

Margonda | jurnaldepok.id
Pendaftaran Musyawarah Kota (Muskot) Kamar Dagang Indonesia (KADIN) 2026 resmi ditutup pada 9 Juli 2026. Namun hanya satu orang yang mendaftar yaitu dr. Karlina.

Ketua OC Muskot Kadin Kota Depok, Nurjaman mengatakan, saat ini pihaknya hanya tinggal menunggu pengembalian berkas dari calon yang telah mengambil formulir.

“Saya tinggal menunggu, menunggu informasi dari calon yang tadi mengambil formulir, yaitu Dokter Kalina, kapan beliau akan mengembalikan formulir tersebut beserta persyaratan-persyaratan yang lainnya,” katanya, Kamis (16/7/2026).

Saat ini panitia fokus pada verifikasi dokumen dan pemberkasan bakal calon yang telah masuk. Proses verifikasi faktual dan validasi ini dijadwalkan akan terus berjalan hingga pengumuman resmi calon ketua pada 26 Agustus mendatang.

Panitia juga akan melakukan verifikasi keanggotaan peserta Muskot guna memastikan seluruh peserta memiliki hak yang sama serta menjamin proses pemilihan berlangsung transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan organisasi.

Muskot Kadin Kota Depok 2026 dijadwalkan berlangsung pada 2–5 September di The Margo Hotel Depok.

Forum tersebut menjadi momentum penting untuk memilih pemimpin baru yang diharapkan mampu memperkuat peran Kadin sebagai mitra strategis pemerintah, memperjuangkan kepentingan dunia usaha, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Depok yang semakin kompetitif.

Sebelumnya, Nurjaman mengatakan, uang pendaftaran senilai Rp 50 juta akan digunakan untuk keperluan kegiatan Muskot Depok 2026. Setelah beberapa calon ketua telah melewati proses kualifikasi dan ditetapkan sebagai calon Ketua Kadin Depok, maka selanjutnya harus deposit uang sebesar Rp 500 juta pada panitia.

“Kalau ada warga yang sudah ditetapkan sebagai calon dan tidak mendepositkan uang senilai Rp 500 juta, kami panitia berhak mencoretnya dari bursa calon Kadin,” ujarnya.

Nurjaman menambahkan, tidak serta merta para calon mendepositkan uangnya senilai Rp 500 juta.
“Kami ambil contoh jika ada lima calon, maka si calon tidak mengeluarkan uang Rp 500 juta,” tukasnya.

Nantinya, lanjutnya, mereka berpatungan satu calon sekitar 100 juta, dan sisanya sekitar Rp 400 juta dikembalikan ke para calon. Namun jika hanya ada satu calon, maka satu calon itu yang mengeluarkan uang Rp 500 juta ke panitia Muskot Kadin 2026.

Ketua Kadin Kota Depok, Miftah Sunandar, mengatakan forum Muskot merupakan amanat organisasi yang memiliki peran strategis dalam menentukan kepemimpinan sekaligus menyusun arah kebijakan Kadin untuk lima tahun mendatang.

Menurutnya, seluruh proses telah dipersiapkan agar berjalan sesuai aturan organisasi dengan mengedepankan prinsip transparansi, profesionalisme, dan demokrasi.

“Kami ingin seluruh tahapan berlangsung terbuka dan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota yang memenuhi persyaratan untuk maju dalam kontestasi,” katanya.

Miftah berharap kepemimpinan Kadin ke depan harus mampu menjawab tantangan ekonomi yang semakin dinamis.

”Sosok ketua baru kami harapkan tidak hanya mampu mengonsolidasikan organisasi, tetapi juga memperkuat sinergi dengan pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here