
Margonda | jurnaldepok.id
Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Depok berjalan kondusif.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Wahid Suryono mengatakan, seluruh tahapan PPDB telah selesai.
“Pelaksanaan dilakukan secara tertib, lancar, dan sesuai dengan alur yang telah ditetapkan,” katanya, Minggu (12/7/2026).

Wahid mengatakan, penyelenggaraan PPDB tahun ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam memperluas kesempatan siswa mendapatkan layanan pendidikan, menjaga proses penerimaan murid baru tetap objektif, serta memastikan penyelenggaraan layanan pendidikan berlangsung secara adil, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami atas nama Pemkot Depok menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam mendukung kelancaran PPDB Tahun 2026,” ujarnya.
Apresiasi tersebut diberikan kepada panitia PPDB tingkat kota, panitia sekolah, kepala sekolah, operator, guru, tenaga kependidikan, pengawas, BBPMP Jawa Barat, perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, orang tua, serta berbagai unsur pendukung lainnya.
Dalam pelaksanaannya Disdik mencermati berbagai pertanyaan, saran, serta informasi yang muncul di ruang publik, baik melalui media massa maupun media sosial.
“Pemkot Depok memandang perhatian masyarakat tersebut sebagai bagian dari kontrol publik terhadap penyelenggaraan layanan pendidikan. Kami menegaskan, seluruh catatan, masukan, dan dinamika yang muncul selama pelaksanaan SPMB akan menjadi bahan evaluasi berkelanjutan,” terangnya.
Sementara itu, salah satu Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) jenjang SMP menunjukkan keberhasilan cakupan perluasan layanan sekolah setara dengan SMP Negeri. Hal ini disinyalir menjadi salah satu faktor suksesnya PPDB di Depok tahun ini.
Terdapat 3.186 siswa yang diterima di sekolah RSSG. Artinya, terdapat tambahan kuota yang diterima sebesar 29,04 persen.
“Sedangkan untuk RSSG PAUD, dari daya tampung 720 siswa di 22 sekolah, Disdik berhasil menjaring 649 pendaftar. Namun, karena ketidaklengkapan administrasi dan persyaratan, yang diterima hanya 634 siswa. Artinya, tingkat keterisian kursi mencapai 88,06 persen,” ungkapnya.
Disdik menyampaikan sistem PPDB bersifat dinamis dan mengikuti setiap tahapan yang sedang berjalan. Perubahan data dapat terjadi sejak proses pendaftaran, verifikasi, pengumuman, pencabutan berkas, perpindahan pilihan, daftar ulang, sampai dengan pemenuhan sisa kuota.
Sementara itu, pelaksanan MPLS untuk siswa baru sudah dilaksanakan di sekolah masing-masing. Dimana hari pertama masuk sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 dilaksanakan pada Senin, 13 Juli 2026. Seluruh satuan pendidikan agar menyambut peserta didik melalui kegiatan yang ramah anak, aman, tertib, dan menyenangkan.
Terkait MPLS, kegiatan dilaksanakan pada 13-17 Juli 2026. Kemudian, MPLS dilaksanakan dengan memastikan lingkungan sekolah bebas dari segala bentuk kekerasan, perpeloncoan, dan pungutan sehingga dapat terwujud suasana sekolah yang ramah, inklusif, dan menyenangkan. n Aji Hendro








