Pelajar SMP Ambruk ke Semak-semak Usai Kena Bacok Saat Tawuran

30
ilustrasi

Limo | jurnaldepok.id
FI, siswa salah satu SMP di Kota Depok ditemukan penuh luka bacok disemak-semak di sekitar Kawasan Pacuan Kuda Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Depok. Diduga FI adalah korban tawuran.

Kapolsek Cinere, Kompol Chairul Saleh mengatakan, terjadi tawuran antar dua kelompok dari sekolah berbeda. Satu orang menjadi korban.

Kondisi korban alami luka cukup serius akibat terkena bacokan senjata tajam alami luka sobek di bagian kepala kiri panjang 12 cm dan mendapat sembilan jahitan. Korban mengalami luka sobek di pelipis sepanjang dua sentimeter dan mendapat tiga jahitan.

“Luka lainnya yang ada pada korban adalah di pergelangan tangan alami lecet akibat terjatuh ke aspal,” ujarnya.

Korban kemudian dilarikan ke Klinik As – Syifa Parung Bingung. Korban mendapat pertolongan medis dan diperbolehkan pulang.

“Setelah mendapatkan perobatan dari keinginan pihak orang tua korban sambil dirawat jalan pemantauan kesehatan di rumah saja,” tukasnya.

Menurut Chairul, anggota Satreskrim dipimpin Kanit Reskrim Cinere AKP Ronald masih melakukan penyelidikan mencari pelaku penyerang korban. Ketiga teman korban yang saat kejadian ikut diserang sudah dimintai keterangan anggota untuk mengetahui ciri pelaku yang melakukan penyerangan di jalan. Kasus masih dalam penyelidikan

“Pihak keluarga korban masih belum membuat laporan resmi kantor, masih kami tunggu untuk proses penyelidikan lebih lanjut supaya cepat kasusnya dapat terungkap,” katanya.

Sementata itu, di lokasi lain anggota Samapta Polsek Beji berhasil mengamankan pelaku aksi tawuran di Jalan H. Asmawi, Beji, Kota Depok.

Kapolsek Beji, Kompol Antonius mengatakan pada pukul 23.00 WIB anggota Polsek Beji menerima laporan dari 110 terdapat tawuran.

“Anggota patroli langsung menuju TKP dibantu warga mengamankan pelaku tawuran yang sudah kabur kocar-kacir. Dua pelaku yang sempat kabur ke gang sempit berhasil diamankan,” katanya.

Anggota Opsnal langsung melakukan pengembangan dengan memintai keterangan kedua pelaku yang berhasil ditangkap lebih dahulu, dapat kembali menangkap kelima temannya masing-masing dijemput ke rumah.

Total pelaku ada tujuh orang. Berdasarkan pendalaman anggota, dua orang yang mengetahui tempat disembunyikan senjata tajam di rumah kosong daerah Pancoran Mas.

Sedangkan yang lima orang lainnya hanya ikutan saja diajak mau tawuran. Selain itu, Antonius menambahkan telah mendirikan pos pantau anti tawuran di titik rawan sebagai bentuk antisipasi tawuran.

Dua titik pos pantau anti tawuran kita dirikan di Tanah Baru perbatasan Jagakarsa Jakarta Selatan dan di Jalan Pala Kali, Kukusan Beji. Dia berhadap anggota yang menempati pos pantau dapat mencegah aksi tawuran

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Beji, Iptu Ahmad Lailatul menambahkan dari penunjukan pelaku tawuran tempat disembunyikan senjata tajam yang akan dipergunakan untuk tawuran disimpan dalam rumah.

“Dari dalam rumah kosong tersebut anggota kami berhasil menyita barang bukti sebanyak lima buah senjata tajam, dan satu buah stik golf. Rencana senjata tajam dan stick golf yang disita petugas akan dipergunakan untuk tawuran,” tuturnya.

Selain itu para pelaku, menurut Lailatul urungan dalam membeli senjata tajam.

“Motif pelaku hanya ingin mencari musuh dengan menyasar anak-anak yang sedang nongkrong dijalan,” ungkapnya.

Lantaran tidak ada kedapatan membawa senjata tajam, lanjut Lailatul, upaya langkah selanjutnya pihaknya akan memanggil guru, kedua orang tua bersangkutan untuk membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan serupa.

“Bagi para pelaku kami berikan pembinaan dengan memanggil guru, orang tua, dan membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan serupa kedua kalinya,” tukasnya.

Dua pelaku berstatus pelajar SMA dan lima lagi masih SMP. Sedangkan untuk barang bukti berupa lima buah senjata tajam dan satu stik golf disita petugas. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here