

Beji | jurnaldepok.id
Ketua Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Depok, Nuroji kepada wartawan mengatakan, di Jakarta ada namanya Lebaran Betawi dirayakan. Sedangkan di Depok juga dirayakan dengan nama Lebaran Depok, namun ada yang menyebutnya dengan Syawalan. Ia pun mengungkapkan makna dari gelaran Lebaran Depok tersebut.
“Setiap daerah beda-beda tipis, tapi intinya sih perayaan tradisi atau pesta tradisi rakyat Betawi. Kita ketahui Orang Betawi ada di sekitaran Jabodetabog banyak tinggalnya,” katanya, Kamis (9/4/2026).
Dia menambahkan, dulunya tidak ada perayaan khusus ini. Akan tetapi 10 tahun belakangan beberapa daerah seperti di DKI Jakarta membuat even budaya tahunan yang tujuannya melestarikan dan mengenalkan adat dan ritual budaya yang dilakukan orang betawi dari mulai menjelang puasa sampai dengan satu syawal hari lebaran.

Nuroji menambahkan, di Lebaran Depok bertujuan mengangkat kembali tradisi Betawi Depok kalo menyambut puasa dan Lebaran.
Misalnya, menjelang puasa ada Rowahan yang dilalukan sebelum munggahan atau memulai puasa, yaitu acara berdoa sambil makanan tradisional betawi kayak semur kebo sayur godog ayam bekakak, bersama lingkungan keluarga dan undangan terbatas sambil mengirim doa untuk arwah leluhur.
“Kenapa namanya Rowahan karena dilakukan bulan Rowah. Orang betawi menamakan bulan sebelum Ramadhan itu bulan Rowah. Atau ada yang mengambil istilah ini dari kata arwahan doa untuk para arwah,” ceritanya.
Setelah itu memulai puasa, malamnya disebut malam munggahan. Tradisi berikutnya adalah mengatur Andilan. Yaitu kumpulan beberapa orang bergotong royong membeli kerbau satu atau beberapa ekor tergantung jumlah peserta Andilan.
Ada juga andilan itu dibuka pendaftaran pas setelah hari raya sebelumnya selesai maka mulai lagi dibuka Andilan untuk lebaran tahun depan. Jadi satu tahun menabung bersama untuk membeli beli daging kerbau.
“Kenapa bukan sapi. Ya karena tradisinya betawi mah makan semur kebo kalo lebaran. Tujuan Andilan adalah supaya meringankan keluarga saat lebaran untuk punya daging. Sebab kalau tidak punya daging rasanya belum terasa lebaran bagi orang Betawi,” ungkapnya.
“Maklum mungkin dulu makan dagingnya ya setahun sekali ya saat lebaran. Nah kerbau ini biasanya dipotong dus atau satu hari menjelang lebaran dan disaksikan oleh seluruh peserta andilan,” sambungnya.
Kemudian pemorsian atau pembagian daging andil dilakukan secara adil baik dagingnya maupun bagian-bagian lain seperti tulang iga, jeroan semua dibagi rata bahkan kulitnya dipotong-potongbbagi rata. Dan ini dilakukan dengan suka cita,”katanya
Selain motong kebo ada acara Ngubek Empang. Dulu orang Betawi rata-rata mempunyai empang untuk memelihara ikan.
“Nah panennya biasanya menjelang lebaran. Ada yang untuk dijual ke pasar ada yang untuk persiapan lebaran. Nah ngubek empang ini diundanglah para tetangga untuk sama-sama nangkep ikan tentunya dibagi juga kepaa tetangga. Ikan di empang diubek, dan ngak dijaring. Kenapa di ubek ga di jaring. Ya seru aja merayakannya. Dan juga ikan jadi gampang ditangkap karena kurang oksigen airnya,” katanya.
Jelang Lebaran ada kebiasaan bersih- bersih, seminggu sebelum hari lebaran. Dimana yang dibersihkan berbagai macam peralatan rumah tangga, perkakas kerja, sampai bersih dan ngecat rumah. Biasanya bukan pake cat tapi pake kapur putih shg rumah keliatan rapih dan bersih. Ritual berikutnya tentu memasak makanan lebaran.
Nuroji mengatakan, menjelang Idul Fitri fada tradisi Abugan yaitu bikin kue Abug pada malam menjelang lailatul qodar. Biasanya orang Betawi bikin kue Abug kue pisang kue pada malam 23, 25 atau 27 ramadhan. Dimana kue-kue ini menjadi hantaran kepada sanak saudara kepada sanak saudara terdekat.
“Maka tibalah hari lebaran 1 syawal, dengan sajian masakan semur kebo, sayur godog, ketupat, ikan mas ikan gurame, dodol geplak kembang ros kembang goyang dan lain2 banyak macam. Biasanya silaturahmi maaf maafan dilakukan setelah Shalat Ied,” katanya.
Biasanya yang lebih muda mendatangi saudara atau kerabat yang lebih tua dalam keluarga dengan membawa Rantang yang isinya makanan.
Maka saat event Lebaran Betawi juga Rantangan ini atau Nyorog atau Ngejot artinya bawa rantang dan makanannya kepada Famili yang lebih tua.
“Lalu yang tua membalas dengan memberi angpau atau uang kepada anak cucu keponakan,” tukasnya.
Berikutnya mulai tanggal 2 Syawal yang mau puasa sunnah melaksanakan puasa syawal dan yang lain melaksanakan ziarah kubur. Setelah itu warga biasanya merencanakan piknik bareng selama bulan syawal itu ada pantai, gunung dan lain-lain. n Aji Hendro








