Suami Siri Diduga Bunuh Istri, Ternyata Ini Motifnya

124
ilustrasi

Limo | jurnaldepok.id
Pelaku pembunuh DH (55) sudah diamankan polisi. Pelaku adalah ARH (44) yang merupakan suami siri korban. Diketahui bahwa DH ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tulang dan kulit mengering. Korban ditemukan di rumahnya di Gang Damai Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo pada Sabtu (7/3).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, tersangka ditangkap oleh Tim Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro di wilayah Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Saat proses penangkapan, pelaku sempat melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri sehingga polisi terpaksa melumpuhkan pelaku dengan tindakan tegas terukur.

Dari hasil pemeriksaan, AR diketahui merupakan suami siri korban berinisial DH. Polisi mengungkap pelaku nekat menghabisi nyawa korban karena tersulut emosi akibat hinaan dan cacian yang dilontarkan korban.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi setelah korban dan pelaku terlibat pertengkaran hebat. Dalam kondisi emosi, pelaku kemudian mencekik leher korban hingga meninggal dunia. Setelah korban tewas, pelaku mengikat dan membungkus jasad korban menggunakan karpet dan kain sebelum akhirnya melarikan diri.

Sebelumnya, jasad korban ditemukan oleh keluarga di sebuah rumah di wilayah Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat. Saat ditemukan, jasad korban sudah dalam kondisi mengering dan hanya menyisakan tulang belulang serta terbungkus karpet dan kain.

“Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, serta keterangan keluarga korban, polisi mengarah pada dugaan pembunuhan yang kemudian mengungkap identitas pelaku sebagai suami siri korban,” katanya, Selasa (10/3/2026).

Atas perbuatannya, pelaku yang kini telah berstatus tersangka dijerat dengan Pasal 458 KUHP dengan ancaman pidana penjara hingga 15 tahun. Polisi mengungkapkan motif pelaku membunuh korban karena masalah ekonomi.

“Motif sementara diduga dilatarbelakangi persoalan ekonomi,” ujarnya.

Jasad DH ditemukan oleh anaknya yang hendak membersihkan rumah korban. Saat membersihkan rumah, saksi dikejutkan dengan penemuan sepasang kaki dalam tumpukan karpet.

Korban ditemukan oleh anak dan pacar anak korban, saat hendak bersih-bersih rumah. Pada Sabtu (7/3), sekitar pukul 09.00 WIB, saksi L dan R mulai membersihkan area dalam rumah dan berbagi tugas. Saksi L membersihkan area tengah dan kamar. Saat saksi R mulai membersihkan kamar, R berencana memasukkan tumpukan pakaian ke kantung plastik.

“Saar saksi R menyingkap karpet di tumpukan pakaian tersebut tiba-tiba saksi R melihat ada sepasang kaki manusia dalam kondisi sudah terlihat tulangnya saja dan keadaan kulit mengering,” jelasnya.

Setelah melihat hal tersebut, saksi R dan L melapor ke Ketua RT setempat dan menginformasikan ke Polsek Cinere. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here