
Laporan: Asti Ediawan
Sejumlah warga Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo akhir akhir ini tampak sangat antusias melaksanakan kegiatan bercocok tanam dengan mengoptimalkan lahan kosong yang ada disekitar tempat tinggal warga.
Deni Santana salah satu warga Pulo Mangga Kelurahan Grogol mengatakan meningkatnya antusias warga melaksanakan kegiatan bercocok tanam dimulai pada tahun 2020 tepatnya saat wabah Covid 19 mewabah, saat itu banyak warga yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan beralih profesi menjadi petani dengan memanfaatkan lahan tidur di sekitar rumah.
“Pada saat wabah Covid 19 merebak di tahun 2020 silam banyak warga yang terkena PHK dan daripada nganggur mereka berinisiatif menanam sayuran dilahan kosong seputar rumah dan ternyata hasilnya lumayan dan bisa menambah pendapatan keluarga,” ujar Ajoy sapaan Deni Santana.
Pernyataan senada disampaikan oleh Toni warga Kampung Rawakalong Rw 09, Kelurahan Grogol yang juga menggeluti kegiatan bercocok tanam.
“Ya, sejak covid melanda tahun 2020 silam saya coba mengembangkan usaha bercocok tanam memanfaatkan lahan kosong di lingkungan kami, Alhamdulillah sampai sekarang kegiatan bertani di kampung kami masih eksis,” ujar Toni kepada Jurnal Depok, kemarin.
Meski khawatir dengan penyusutan lahan kosong yang banyak tergerus pembangunan perumahan, namun Toni berharap keberadaan lahan kosong bisa bertahan hingga beberapa tahun kedepan sehingga warga masih bisa mengoptimalkan lahan tersebut untuk kegiatan bercocok tanam.
“Memang dalam kurun sepuluh tahun belakangan banyak lahan kosong yang telah jadi perumahan, itu menjadi kekhawatiran para petani penggarap di wilayah kami, tapi mudah mudahan untuk lima kedepan masih ada lahan yang bisa kami optimalkan untuk kegiatan bercocok tanam,” tutup Toni. n








