

Limo | jurnaldepok.id
Sejumlah pengguna jalan yang biasa melintas di ruas jalan raya Limo mengaku mulai merasakan kepadatan kendaraan disepanjang ruas jalan raya Limo mulai dari pertigaan Jalan Tiga Putra Meruyung hingga depan Kampus UPN Veteran di wilayah perbatasan wilayah Limo dengan wilayah Cinere.
Hafiz salah satu pengguna jalan mengaku mulai merasakan kemacetan disejumlah titik di ruas jalan raya Limo pada dua tahun terakhir terutama sejak gerbang tol Cijago didepan perapatan Limo beroperasi yang berdampak terhadap meningkatnya volume kendaraan yang melintas di Jalur Limo – Cinere.
“Sekarang jumlah kendaraan yang melintas di ruas jalan raya Limo meningkat drastis sejak dua tahun tahun terakhir terutama sejak gerbang tol Cijago di buka pada awal tahun 2024 silam praktis jumlah kendaraan melintas meningkat tajam dan berkontribusi terhadap meningkatnya kemacetan di Limo,” ujar Hafiz.
Tak hanya di wilayah Kelurahan Limo, kemacetan juga kerap terjadi di perbatasan Meruyung dengan Parung Bingung yang terdampak dari kepadatan kendaraan dari dan menuju wilayah Limo.
Saat dimintai pendapatnya terkait penyebab meningkatnya kemacetan di Jalur Limo – Meruyung, salah satu warga Kelurahan Meruyung, Heriansyah mengatakan kemacetan di ruas jalan raya Limo dan jalan raya Meruyung disebabkan beberapa faktor diantaranya meningkatnya jumlah volume kendaraan melintas yang tidak diimbangi dengan penambahan lebar jalan, meningkatnya aktivitas masyarakat di seputar kawasan jalan raya juga menurutnya menjadi pemicu kemacetan di jalur Limo – Meruyung.
“Banyak faktor, pertama bidang jalan kurang lebar, aktivitas warga di seputar jalan juga relatif terus meningkat, semua menjadi faktor penyebab tersendatnya arus lalu lintas terlebih pada pagi dan sore hari,” urai Heriansyah.
Sementara menurut Sobri salah satu warga Kecamatan Limo mengatakan satu satunya solusi mengatasi kemacetan di ruas jalan raya Limo dan Meruyung adalah menambah lebar bidang jalan berikut pengadaan saluran air (Drainase) agar air hujan tak menggenangi bidang jalan yang kerap memicu kemacetan dan mempercepat kerusakan bidang jalan.
“Lebar jalan harus ditambah dan dibuatkan drainase, karena kalau hujan jalan raya Meruyung dan Limo kerap terendam banjir lantaran drainasenya sudah enggak berfungsi, dan jalan menjadi cepat rusak,” pungkas Sobri. n Asti Ediawan








