

Tajurhalang | jurnaldepok.id
Warga Gang Gurame, RT 01 RW 04, Desa Tajurhalang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan temuan mayat bayi. Jasadnya ditemukan di kolam empang.
Kapolsek Tajurhalang, Iptu Raden Suwito mengatakan, jasad bayi berjenis perempuan berusia sekitar 5 bulan. Saat ditemukan, posisi badan sudah terlentang mengambang dalam air.
Penemuan mayat bayi tersebut diketahui pertama kali oleh warga yang hendak mencari udang di kolam empang. Warga melihat benda seperti boneka dengan posisi badan terlentang mengambang di air.

“Saat dipertegas dengan didekatkan melihatnya ternyata jasad seorang bayi berjenis kelamin perempuan,” katanya, Senin (19/1/2026).
Temuan tersebut langsung dilaporkan ke perangat RT dan Bhabinkamtibmas Desa Tajurhalang, Bripka Dika. Setelah Bhabinkamtibmas menghubungi piket Polsek Tajurhalang, juga melanjutkan menghubungi Team Inafis Polres Metro Depok untuk melakukan olah TKP pemeriksaan pada jasad bayi.
“Dari hasil pemeriksaan visum luar terhadap jasad bayi, memastikan pada tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik,” ujarnya.
Untuk memastikan penyebab kemarian bayi tidak berdosa ini langsung dievakuasi menggunakan mobil ambulan ke RS Polri Kramat Jati untuk diotopsi.
Dengan hasil otopsi nanti akan dapat diketahui penyebab kematian korban apa karena sengaja di tenggelamkan atau faktor yang lainnya.
Dari penyisiran anggota piket Reskrim Polsek Tajurhalang di sekitar lokasi kejadian, lanjut Raden Suwito, berjarak radius sekitar 20 meter di dalam selokan ditemukan botol susu, pakaian, dan pampers yang diduga milik korban.
“Barang bukti yang berhasil kami amankan dari lokasi kejadian berupa pelengkapan sehari-hari korban ditemukan dalam selokan hanya berjarak 20 meter dari kolam empang,” tukasnya.
Barang bukti berupa botol susu, sehelai pakaian kaos bayi warna kuning, dan pampers. Pada waktu ditemukan, menurut Raden, diperkirakan jasas bayi belum lama meninggal.
Hasil pemeriksaan tim identifikasi tubuh bayi belum kaku alias masih segar dan bersih. Pada kelaminya masih terpasang pampers yang baru diganti.
Untuk mengungkap penyebab pasti kematian bayi tidak berdosa ini, Raden Suwito masih menunggu hasil otopsi dari RS Polri Kramat Jati. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan.
“Masih terlalu dini jika kami menyimpulkan kematian korban. Masih menunggu hasil otopsi tim dokter di RS Polri Kramat Jati,” tutupnya. n Aji Hendro








