Dipimpin Supian-Chandra, Kerukunan Umat Beragama di Depok Terus Meningkat

164
Kesenian Barongsai saat meriahkan Gerak Jalan Harmoni Kerukunan dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) 2026 di Alun-Alun Timur Kecamatan Cilodong.

Cilodong | junaldepok.id
Kerukunan beragama, sikap toleransi di Kota Depok dirasa terus meningkat. Salah satu buktinya adalah dengan dihadirkan Barongsai dalam kegiatan Gerak Jalan Harmoni Kerukunan dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) 2026 di Alun-Alun Timur Kecamatan Cilodong.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, Enjat Mujiat mengatakan, peringatan HAB ke-80 Kemenag tahun ini mengusung tema Umat Rukun dan Sinergi Indonesia Damai dan Maju.

Tema tersebut menegaskan makna kerukunan tidak sebatas ketiadaan konflik, tetapi menjadi energi kebangsaan yang melahirkan sinergi produktif dan kolaborasi dalam keberagaman.

“Kegiatan ini menjadi simbol kuatnya komitmen Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan antarumat beragama serta memperkuat sinergi dalam membangun bangsa,” katanya, Minggu (18/1/2026).

Peringatan ini juga menjadi pengingat peran Kemenag sebagai penjaga harmoni, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama.

“Di Kegiatan Gerak Jalan Harmoni Kerukunan ini, Untuk k itu kami mengajak warga di Koa Depok terus mengaungkan semangat nilai-nilai Pancacila,” ujarnya.

Warga diharapkan menghargai adanya perbedaan yang ada satu sama lain karena diikat oleh Bhinneka Tunggal Ika.

“Bahwa kita sudah menyatakan Ikrar bersama untuk mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi tidak ada lagi kelompok, komunitas yang menyatakan bahwa mereka merupakan kelompok yang paling benar,” katanya mengingatkan.

Dia juga berpesan kepada kelompok atau komunitas untuk tidak melakukan intimidasi kepada pihak lain.

“Semangat sinergi positif antara pemerintah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat terus kami dorong sebagai ikhtiar mewujudkan visi Bersama Depok Maju, sekaligus berkontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045,” tukasnya.

Di lokasi sama, Ketua Panitia Gerak Jalan Harmoni Kerukunan, Hasan Basri mengatakan, kegiatan ini diikiuti oleh berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari Islam, Katholik, Kristen, Budha, Hindu dan Khonghucu.

“Di acara ini kami tampilkan Sanggar Barongsai dari Cimanggis,” katanya.

Dia menambahkan dengan adanya kegiatan ini menunjukan bahwa Depok bukan lagi kota intoleran. Tetapi justru Depok merupakan kota yang toleran dengan memiliki nilai kerukunan beragama yang sangat baik.

Hasan Basri menuturkan agar pesan yang menjadi tema HAB ke-80 itu bisa relevan dengan kondisi sosial saat ini. Menurutnya, kerukunan umat beragama bukan sekadar jargon, tetapi pilar utama yang menopang stabilitas dan pembangunan, yang dinilai telah memberi dampak nyata bagi kondusivitas Kota Depok.

“Kerukunan umat beragama bukan hanya fondasi kehidupan sosial, tetapi juga menjadi modal penting untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan,” tuturnya.

Sementara itu, Herry Siswantoro dari Sanggar Barongsai Kungchiao Cimanggis merasa bangga sanggarnya bisa bergabung di kegiatan Gerak Jalan Harmoni Kerukunan Kemenag Kota Depok.

“Kami dari Federasi Olahraga Barongsai, khususnya Tim Barongsai Kung Chiao Genta Suci, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas undangan dalam acara Hari Amal Bakti yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kota Depok. Ini merupakan kehormatan sekaligus kebanggaan bagi kami,” kata Herry.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi ruang strategis untuk mempererat hubungan antarumat beragama sekaligus memperkuat semangat saling menghargai di tengah keberagaman masyarakat Kota Depok.

“Harapan kami, melalui kegiatan seperti ini, kerukunan antarumat beragama di Kota Depok akan semakin erat dan saling mendukung. Dengan semangat kebersamaan, keberagaman yang ada justru akan menjadi kekuatan dan terus berkembang secara harmonis,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here