

Beji | jurnaldepok.id
Hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Jabodetabek mengakibatkan bencana alam tanah longsor di Kota Depok. Dua rumah mengalami kerusakan akibat longsor.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Damkar dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Denny Romulo kepada wartawan mengatakan, longsor terjadi di Gg Karet, RW 19 Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji.
Di lokasi ini terdampak jalan lingkungan rusak, dan bagian samping rumah warga mengalami kerusakan.
“Anggota kami sudah ke lokasi melakukan penanganan antisipasi longsor susulan,” katanya, Jumat (23/1/2026).
Di lokasi kedua, rumah warga di RW 19 Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji di bagian dapurnya mengalami longsor.
Ketua RW 09 Kelurahan Kemirimuka Kecamatan Beji, Andri Yudisprana menambahkan, rumah yang dihuni oleh Romlah mengalami kerusakan di bagian dapur.
“Kami laporkan ke dinas terkait dan petugas sudah datang ke lokasi,” katanya.
Andri menambahkan penghuni masih menempati rumah yang mengalami longsor. Dia mengatakan longsor diduga karena kondisi tanah yang labil ditambah dengan intensitas curah hujan yang tinggi selama sepekan ini.
“Tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut,” ujarnya.
Longsor juga terjadi di lingkungan RT 01 RW 22 Kelurahan Sukamaju Kecamatan Cilodong. Longsoran tanah menutupi Kali.Jantung yang mengakibatkan genangan air di Perumahan Villa Pertiwi, Jatijajar.
Ketua LPM Sukmajaya, Kusmawan mengatakan tanah longsor di wilayahny disebabkan karena faktor alam yang saat ini intensitas curah hujan tinggi.
“Alhamdullilah longsoran tanah yang jatuh ke Kali Jantung sudah diangkat oleh petugas, anggota TNI, Kepolisian dan warga,” katanya.
Bahkan Walikota Depok, Supian Suri datang ke lokasi tanah longsor. n Aji Hendro








