
Kota Kembang | jurnaldepok.id
Taman bunderan Grand Depok City (GDC) di Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukamajaya, dijadikan lahan berjualan para pedagang kaki lima (PKL).
Berdasarkan pantauan di lapangan, Taman Bunderan GDC kerap dijadikan lokasi berjualan pada sore hingga malam hari. Dan pada pagi harinya gerobak dan tenda pedagang masih berada di Taman Bunderan GDC.
Terlihat ada satu hingga tiga lapak dan gerobak yang menjajakan dagangnya sehingga rumput dan tanaman menjadi rusak. Dan dampaknya bahu jalan juga dijadikan lokasi parkir liar kendaraan bermotor. Belasan deretan gerobak PKL juga menguasai bahu jalan bunderan GDC-KSU yang baru dilebarkan.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi DLHK Kota Depok, Tri Sakti Anggoro mengatakan, informasi mengenai hal tersebut sudah diketahui. Pihaknya sudah berkordinasi dengan Satpol PP Kota Depok.
“Kami sudah lapor ke Satpol PP,” katanya, Selasa (20/1/2026).
Dia menambahkan, sebelumnya DLHK Kota Depok melakukan penataan dan mempercantik Bundaran Bersama Depok Maju-Jabar Istimewa di kawasan Grand Depok City. Bundaran yang baru selesai dibangun tersebut akan tampil lebih hijau dan tertata setelah dilakukan penanaman berbagai vegetasi tanaman hias dan tanaman pelindung.
“Penataan ini dilakukan untuk memperkuat estetika kawasan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan di Depok,” ujarnya.
Dia mengatakan, mempercantik bundaran dilakukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan.
“Kami menanami vegetasi tanaman dekorasi dan tanaman pelindung untuk meningkatkan estetika landscape dan kualitas tutupan lahan di Kota Depok,” tukasnya.
Sakti menjelaskan, tanaman yang ditanam dipilih secara khusus agar sesuai dengan karakter lingkungan perkotaan, memiliki daya tahan tinggi, serta mampu memberikan fungsi ekologis jangka panjang.
“Selain memperindah kawasan, penataan ini diharapkan dapat membantu memperbaiki kualitas udara, mengurangi panas, serta menciptakan ruang kota yang lebih nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya. n Aji Hendro








