Kelurahan Krukut Manfaatkan Produk Hasil Memilah Sampah

326
Kegiatan pelatihan pemanfaatan hasil memilah sampah yang diselenggarakan oleh seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kantor Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo.

Limo | jurnaldepok.id
Camat Limo, Sudadih Selasa (09/12/25) didapuk membuka kegiatan pelatihan pemanfaatan hasil memilah sampah yang diselenggarakan oleh seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kantor Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo.

Dalam sambutannya, Sudadih berpesan kepada para peserta pelatihan agar dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat dari kegiatan pelatihan untuk memotivasi warga agar ikut aktif dalam melaksanakan kegiatan memilah dan mengoptimalkan hasil pemilahan sampah terutama sampah non organik guna mengurangi jumlah sampah terbuang.

“Saat ini sampah sudah menjadi momok bagi warga perkotaan tak terkecuali bagi warga Limo, oleh sebab itu saya berharap semua elemen masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam upaya mengurangi sampah terbuang dengan menggiatkan aksi memilah dan membuat produk bernilai ekonomis dari hasil memilah,” pinta Sudadih.

Sementara Kasie Ekbang Kantor Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo dalam kapasitasnya sebagai penanggung jawab kegiatan, Sriwati mengatakan pelaksanaan pelatihan pemanfaatan produk pemilahan sampah merupakan realisasi program pemberdayaan masyarakat yang masuk bidang pembangunan non fisik tahun 2025.

“Kami mengapresiasi antusias para stakeholder mengikuti kegiatan pelatihan pemanfaatan produk pemilahan sampah, harapan kami kegiatan ini bisa memberi dampak terhadap pengurangan sampah terbuang,” ujar Sriwati kepada Jurnal Depok, kemarin.

Disisi lain, Lurah Krukut, Kecamatan Limo, Roni menyambut baik inisiatif jajaran Kelompok Masyarakat (Pokmas) Pemberdayaan bersama seksi Ekbang menggelar pelatihan pemanfaatan produk pemilahan sampah sebab lanjut dia masih banyak warga yang belum terampil dalam memanfaatkan benda hasil memilah sampah yang sejatinya dapat di buat berbagai jenis produk kerajinan bernilai ekonomis.

“Pelaksanaan pelatihan pemanfaatan produk pemilahan sampah sangat relevan mengingat banyak warga yang belum memiliki keterampilan dalam memanfaatkan sampah non organik yang bisa disulap menjadi barang bernilai ekonomis seperti souvenir, begitu juga sampah organik yang bisa dibuat pupuk, mudah mudahan kegiatan pelatihan ini bisa menuai manfaat bagi upaya mengurangi sampah terbuang,” pungkas Roni. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here