
Margonda | junaldepok.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan membangun fly over di Jalan Margonda. Fly over itu digadang-gadang akan menjadi ikonik baru Jalan Margonda. Fly over dibangun untuk memecahkan masalah kemacetan Margonda.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, rencana pembangunan untuk tahun 2026 sudah dilaksanakan dan dilanjutkan rencana pembangunan tahun 2027.
Salah satunya untuk pengelola sampah yang akhirnya produksinya adalah RDF dan ini mudah-mudahan bisa terwujud di tahun depan
“Nanti akan berlanjut terus di hulunya juga menggunakan teknologi,” katanya saat kegiatan Kick Off Meeting Perencanaan Pembangunan tahun 2027, Selasa (9/12/2025).
Untuk penataan drainase kota terintegrasi jalan dilakukan pada tahun 2027. Nanti akan masuk ke drainase perkotaan selanjutnya penataan jalan dan penanganan kemacetan lalu lintas.
“Ini yang paling besar di 2007 kita akan intervensi Jalan Raya Sawangan itu nanti kita akan alokasikan di tiga tahun anggaran baik pembebasan lahan maupun konstruksi, dan tahun depan Insyaallah Pemerintahan Kota Depok dan juga DPRD berkomitmen untuk menyediakan layanan terutama di Jalan Margonda untuk mengurangi kemacetan kita akan bangun flyover ikonik,” sambungnya.
Menurutnya, fly over ikonik itu nantinya akan menjadi Trade Mark di Kota Depok. Pemkot Depok juga berkomitmen akan mengubah wajah Depok yang sebelumnya gelap-gelapan akan menjadi kota yang terang. Dimana Pemkot Depok dan DPRD akan membangun Penerangan Jalan Umum di Kota Depok.
“Kita akan adopsi pola Kota Madiun yang sudah berhasil dalam program PJU sehingga nanti bisa lebih merata dalam penerangan di Kota Depok,” ungkapnua.
Di bidang pendidikan, Pemkot Depok akan memberikan program bimbingan belajar gratis bagi 10 siswa untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri
“Jadi kami pemerintah kota membagi menjadi 5 tahapan setiap tahun ada 2000 siswa yang akan mengikuti bimbingan belajar secara gratis dan ini untuk mempersiapkan mereka masuk perguruan tinggi karena sering dihadapkan kepada mahalnya bimbingan belajar,” tukasnya.
Ini menjadi program unggulan walikota dan wakil walikota selanjutnya beasiswa dan atau bantuan kuliah gratis kami menargetkan setiap tahun itu 200.
“Dengan target 1.000 selama periode RPJMD Kota Depok,” tambahnya.
Di lokasi sama, Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah menegaskan, orientasi pembangunan pada tahun 2027 diarahkan pada tiga aspek utama, yaitu pembangunan berorientasi lingkungan, pemerataan akses bagi seluruh masyarakat, serta penguatan Sumber Daya Manusia unggul.
“Tahun 2027 mengusung tema ‘Peningkatan Daya Saing Daerah Menuju Depok Maju’. Saya tekankan orientasi pembangunan pada tiga hal, yaitu lingkungan, pemerataan akses, serta SDM unggul,” katanya.
Dia menambahkan perencanaan pembangunan Kota Depok tahun 2027 disusun untuk menjawab berbagai tantangan dan isu besar pembangunan.
Lima isu strategis utama, yaitu, peningkatan kualitas SDM, peningkatan kesejahteraan sosial
dan ketahanan kota, pengembangan infrastruktur, tata ruang, dan lingkungan
berkelanjutan.
Kemudian, pembangunan serta pemerataan ekonomi, dan optimalisasi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
“Pencapaian Program Unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota juga menjadi bagian dari isu besar pembangunan. Selain itu, pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan SDGs merupakan komitmen layanan dasar dan pembangunan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas SDM,” jelasnya.
Ia menambahkan, Kick Off Meeting Perencanaan Pembangunan Tahun 2027 akan berjalan secara simultan dengan dukungan berbagi pihak.
“Mudah-mudahan kita bisa terus berkolaborasi dengan akademisi, media, masyarakat, camat, lurah, dan stakeholder lainnya. Pengawasan harus melekat, terutama untuk camat dan lurah di wilayah. Jangan ada lagi pembangunan ugal-ugalan. Masih banyak masalah yang harus diselesaikan, mari kita benahi bersama,” pungkasnya. n Aji Hendro








