
Cimanggis | jurnaldepok.id
Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok masih terus berupaya membersihkan sampah di sepanjang Sungai Cipinang. Pembersihan sudah dilakukan selama empat pekan dan terkumpul hingga 75 ton sampah.
Direktur Pengurangan Sampah dan Ekonomi Sirkular Kementrian Lingkungan Hidup, Agus Rusli mengatakan, pembersihan Sungai Cipinang dilakukan bersama antara KLH, Pemkot Depok, komunitas dan warga sekitar.
Kegiatan tersebut sudah berlangsung dari awal Oktober 2025 dan ditargetkan selesai pada 10 November 2025. Panjang Sungai Cipinang mencapai 31 kilometer yang membentang dari hulu di Setu Jatijajar, Depok, Jawa Barat hingga wilayah Jakarta Timur.

“Saat ini, sampah yang berhasil diangkut dari Sungai Cipinang mencapai 75 ton yang didominasi limbah domestik,” katanya, kemarin.
Dari 75 ton sampah yang berhasil dibersihkan dari Sungai Cipinang, mayoritasnya adalah limbah pampers. Dia tidak menyalahkan sepenuhnya ke warga.Pasalnya, pemerintah daerah juga harus meningkatkan pelayanan pengelolaan sampah di wilayahnya. Agus berharap, target Sungai Cipinang bebas dari sampah pada 10 November mendatang benar-benar terwujud.
“Ada sampah organik, anorganik, kemudian sampah anorganiknya itu bisa plastik, plastik keras, atau plastik multilayer plastik, plus yang paling banyak itu adalah pampers. Kami juga melihat beberapa titik itu tidak sampai layanan pengambilan sampah, sehingga masyarakat juga tidak punya pilihan lain untuk membuang sampah,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Depok, Supian Suri menilai, aksi bersih Sungai Cipinang harus dipertahankan. Meskipun, pembersihan sampah aliran Sungai Cipinang yang melintas di wilayah Depok sudah selesai.
“Ini kita 4 kali kegiatan, ini sudah kegiatan keempat sudah selesai, tinggal memang bagaimana kita di kota depok khususnya program yang sudah bagus sudah berjalan ini terus kita bisa pertahankan,” katanya.
Artinya secara rutin pihaknya melakukan apa yang sudah kita lakukan hari ini. Supian menilai, jika aksi bersih sungai tidak dilanjutkan bukan tidak mungkin Sungai Cipinang kembali dipenuhi oleh sampah.
“Beberapa segmen yang tadi disampaikan, khususnya setu Cipinang kalau tidak salah kita ada 7 km yang masuk wilayah Depok, selebihnya itu masuk wilayah Jakarta. Jadi insya Allah khususnya Cipinang ini menjadi concern kita,” ujarnya.
Ditambahkan, kolaborasi yang luar biasa dari kementerian, TNI/Polri, kemudian dari unsur masyarakat relawan dan komunitas. Supian Suri berterima kasih kepada Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faiaol Nurofiq beserta jajarannya sangat konsen menjernihkan fungsi sungai. Pihaknya juga memiliki tanggung jawab yang sama, apa yang sirintis dan didorong beliau akan terus dilaksanakan.
“Tetap menjaga dan menghimbau masyarakat dari berbagai program yang dilaksanakan, agar tidak membuang sampah di aliran sungai,” pungkasnya. n Aji Hendro








