
Cipayung | jurnaldepok.id
Sejumlah pengguna jalan yang biasa melintas di jalan raya Cipayung meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam hal ini bidang SDA Dinas PUPR untuk untuk lebih intens melakukan pembenahan terhadap tumpukan sampah dibidang Kali Cabang Barat depan Masjid Assalam dan Gedung SMPN 9 Depok.
Pasalnya, selain menimbulkan kesan kumuh, keberadaan tumpukan sampah dikolong jembatan depan Masjid kerap menimbulkan bau tak sedap.
Arni salah satu pengguna jalan mengaku sangat prihatin melihat banyaknya tumpukan sampah mengendap dibawah jembatan depan Masjid, pasalnya kata dia keberadaan tumpukan sampah itu tak hanya menimbulkan kesan kumuh namun bisa mengganggu kenyamanan masyarakat terutama bagi para warga yang sedang melaksanakan ibadah di Masjid dan pelajar saat mengikuti kegiatan belajar mengajar disekolah.

“Lihat saja tumpukan sampah sampai sebanyak itu tapi enggak dibenahi juga kok enggak ada inisiatif dari pihak terkait untuk membenahi tumpukan sampah ini,” celoteh Arni sambil memandang kearah tumpukan sampah dikolong jembatan depan Masjid.
Menanggapi hal ini, Camat Cipayung, Muhammad Reza mengatakan tumpukan sampah di bidang kali Pesanggrahan yang juga biasa disebut kali cabang barat (KCB) bukan sepenuhnya merupakan sampah Cipayung namun sebagian besar sampah kiriman dari bagian hulu Kali namun meski demikian dia mengaku sangat menyayangkan aksi buang sampah sembarangan yang dilakukan oleh masyarakat karena selain dapat memicu pendangkalan bidang kali juga bisa membuat kawasan menjadi kumuh dan tidak sehat.
“Kita tidak bisa memastikan sampah yang ada di kali berasal dari mana, namun apapun itu kita tentu sangat menyayangkan sikap tak terpuji oknum masyarakat yang suka buang sampah di bidang kali,” tegas Reza.
Terkait upaya pembenahan dari dinas terkait, Reza mengatakan sering melihat Satgas Banjir PUPR membersihkan sampah di bidang kali cabang barat (KCB) namun upaya penanggulangan seolah tidak terlihat lantaran aksi pembuangan sampah yang dilakukan oleh oknum masyarakat terus terjadi.
“Sebenarnya Satgas banjir PUPR cukup sering mengeruk dan mengangkut sampah dari bidang kali dekat jembatan serong itu tapi karena aksi buang sampah di kali terus terjadi maka dalam dua hari saja sampah sudah banyak menumpuk di bidang kali seolah tak pernah di benahi,” pungkasnya. n Asti Ediawan








