Hadiri IkaBento Fair, Cing Ikah dan Pemkot Depok Komitmen Promosikan UMKM Lokal

55
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Depok, Siti Barkah Hasanah (kerudung putih) foto bersama di momen IkaBento Fair.

Margonda | jurnaldepok.id
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Depok, Siti Barkah Hasanah mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menunjukkan komitmennya dengan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak. Mulai dari hotel, BUMN, rumah sakit swasta, dan pusat perbelanjaan seperti Pesona Square.

“Tujuannya jelas, yaitu mempromosikan produk UMKM lokal agar semakin dikenal dan dicintai,” katanya saat menghadiri Ikabento Fair di Pesona Square, Minggu (16/11/2025).

Cing Ikah sapaan akrabnya berharap IkaBento menjadi contoh sukses dalam pengembangan UMKM di Kota Depok. Dia juga ingin melihat para pelaku UMKM naik kelas, mewujudkan impian Wali Kota Depok.

“Tolong siapkan juga wadah tempat buat IkaBento. Nanti kalau sudah utama semua, jadi mereka bisa menitipkan barang-barang di sini. Mudah-mudahan, saya berharap IkaBento menjadi pelopor untuk harapan Pak Wali Kota naik kelas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Cing Ikah mengungkapkan bahwa hasil dari IkaBento Fair akan menjadi dasar untuk merancang pelatihan khusus bagi masing-masing kategori UMKM. Bersama Wali Kota Depok, ia terus mendorong dinas terkait untuk menyediakan data yang valid, sehingga target promosi dapat tercapai dengan efektif.

“Tentu saja tantangan untuk pemerintah adalah data. Untuk itu, saya dan Wali Kota selalu mendorong kepada dinas yang menaungi untuk bisa memberikan data yang akurat. Karena kalau kita mempunyai data yang akurat, maka target-target kita bisa tercapai,” jelasnya.

IkaBento Fair tak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan produk UMKM lokal kepada masyarakat luas. Cing Ikah mengingatkan tentang pentingnya legalitas bagi UMKM, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, dan sertifikasi halal.

Legalitas ini akan membuka pintu bagi UMKM untuk berkembang lebih jauh dan meraih kepercayaan konsumen.

“Oleh karena itu, saya sangat bersyukur dengan adanya kegiatan IkaBento hari ini, otomatis masyarakat jadi tahu produk-produknya IkaBento apa saja,” tambahnya.

Kemudian yang naik kelas, yang sudah memiliki legalitas seperti yang sudah punya NIB, PIRT, harus punya halal dan lain-lain.

“Saya menitipkan juga melalui media hari ini dengan para BUMN, tolong cintai produk Kota Depok, karena kalau bukan kita, siapa lagi yang akan membeli produk lokal,” katanya.

Di lokasi sama, Ketua Umum Ikabento, Hamzah menambahkan arahan Cing Ikah agar Ikabento berkembang sebagai brand oleh-oleh Kota Depok bukan hanya inspiratif, tetapi juga realistis melihat banyaknya UMKM binaan yang telah memiliki izin usaha hingga sertifikat halal.

“Bu Wali sudah ngasih kode supaya Ikabento ini berkembang. Sekarang ada binaan UMKM, kenapa enggak UMKM-nya itu dikumpulkan, produknya jadi satu, kasih nama Ikabento,” katanya.

Dia memastikan legalitas Ikabento sudah lengkap, mulai dari perizinan hingga akta pendirian. Saat ini pihaknya tengah menyiapkan langkah konsolidasi seluruh pengurus, pembina, hingga senior-junior lintas angkatan untuk memutuskan strategi besar ke depan.

“Ini akan kami rapatkan dengan seluruh pengurus supaya ada tindak lanjut,” tegasnya.

Dorongan untuk menjadikan Ikabento sebagai brand makanan atau produk khas Depok semakin kuat mengingat sudah banyak UMKM binaan yang memenuhi standar produksi.

Hamzah menilai potensi alumni yang tergabung sangat besar dan layak didorong menjadi motor UMKM lokal.

“Potensinya luar biasa. Yang sudah sukses juga banyak. Kenapa kita enggak ikuti apa yang disarankan Ketua Dekranasda,” katanya.

Salah satu target besar Ikabento adalah pengembangan pujasera UMKM Kota Depok. Gagasan tersebut sudah bergulir dan kini masuk tahap pengkajian mendalam. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here