Qonita Ungkap Santri Berkontribusi Penuh dalam Kemerdekaan RI

733
Hj Qonita Lutfiyah | Anggota DPRD Depok

Sawangan | jurnaldepok.id
Pengasuh Santri Pondok Pesantren Darul Rahman 3, Hj. Qonita Lutfiyah meminta kepada seluruh lapisan masyarakat agar dapat mengoptimalkan peringatan Hari Santri tahun 2025 sebagai momentum untuk mengenang kembali betapa besarnya kontribusi perjuangan para Ulama dan Santri saat merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah serta partisipasinya dalam mengisi pembangunan setelah bangsa Indonesia Merdeka.

Demikian diungkapkan politisi partai persatuan pembangunan (PPP) menyikapi peringatan Hari Santri tahun 2025 yang sempat dicederai oleh peristiwa pelecehan Ulama dan Santri pada narasi tayangan segmen acara Xpose di TV Trans 7 Senin (13/10/25) silam.

“Sejarah telah mencatat betapa besarnya kontribusi para Ulama dan Santri saat merebut kemerdekaan dari tangan penjajah dan sampai sekarang banyak sekali para mantan santri yang tadinya ditempa di Pondok Pesantren kini telah memberikan kontribusinya dalam mengisi pembangunan, hal ini nyata dan tidak terbantahkan,” tegas Qonita yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Depok.

Untuk itu, putri pimpinan Pondok Pesantren Darul Rahman KH. Ma’mun Sukron mengingatkan para pihak yang tidak mengerti dan tidak memahami sejarah perjuangan bangsa serta realita kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini agar tidak coba coba untuk mendiskreditkan serta mengkerdilkan peran ulama dan santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebab hal itu menurutnya merupakan sikap yang sangat keliru dan cenderung menyesatkan.

“Lahirnya Republik Indonesia tidak terlepas dari perjuangan para Ulama dan Santri, jadi jangan pernah menafikan eksistensi dan kiprah para ulama dan santri untuk negeri ini,” tegas Hj. Qonita Lutfiyah.

Dikatakannya, Resolusi Jihad yang dikumandangkan oleh Hadratussyaikh, KH. Hasyim Asy’ari selaku pendiri Nahdlatul Ulama (NU) pada tanggal 22 Oktober 1945 telah membakar semangat para Ulama dan Santri untuk berjuang mengusir kaum penjajah yang hendak kembali menguasai tanah air Indonesia, dan itu merupakan bukti nyata kontribusi kalangan ulama dan santri dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Dia menambahkan, nilai nilai perjuangan yang diwariskan oleh para ulama dan santri sangat relevan dengan prinsip perjuangan partai persatuan pembangunan (PPP) yang berlandaskan pada nilai nilai keislaman dan kebangsaan dalam upaya memperjuangkan kepentingan masyarakat yang adil, beradab dan berkemajuan. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here