Kasusnya Terus Menurun, Pemkot Depok Targetkan 2029 Zero Stunting

135
Chandra Rahmansyah | Wakil Wali Kota Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok pada tahun 2029 menargetkan bebas stunting. Data dari Dinas Kesehatan Kota Depok mencatat, prevalensi stunting per Februari 2025 adalah 3,79 persen. Angka tersebut menandakan bahwa Kota Depok kategori rendah menurut WHO.

Sedangkan berdarakan survei Status Gizi Indonesia tahun 2024, prevalensi stunting di Kota Depok turun 1,8 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya sekitar 12, 5 persen.

“Akan tetapi kita jangan berbangga dahulu karena Kita Kota Depok yang berdekatan dengan Jakarta masih dibawah dengan wilayah Cianjur,” kata Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah saat menghadiri kegiatan Rembuk Stunting 2025 Kota Depok, kemarin.

Berbagai upaya sudah dilakukan oleh Pemkot Depok dalam upaya penanganan stunting. Namun pengentasan stunting ini diperlukan kerja sama banyak pihak untuk mewujudkan target 2029 Kota Depok New Zero Stunting.

Dalam Rembuk Stunting ini bertujuan untuk menggalang komitmen, merumuskan program dan kegiatan intervensi, serta memastikan sinergi dan koordinasi antar berbagai sektor dalam pelaksanaan program stunting. Selain itu juga, bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting.

“Langkah yang akan diambil meliputi intervensi pada remaja putri atau calon ibu, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Mary Liziawati menambahkan, berdasarkan survei Status Gizi Indonesia tahun 2024, prevalensi stunting nasional menurun menjadi 19,8 persen atau sekitar 4.482.340 balita. Angka ini turun 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 21,5 persen.

Untuk mengatasi permasalahan stunting, katanya, Dinkes Kota Depok rutin mengadakan edukasi tentang kesehatan dan pemberian gizi anak.

“Kami memberikan edukasi kepada para ibu pelita yang terkait dengan skipping, terkait dengan bagaimana memberikan asi eksklusif, kemudian memberikan makanan tambahan,” katanya.

Dia mengajak seluruh elemen masyarakat, baik dari pemerintah maupun swasta untuk melakukan pencegahan stunting. Masalah stunting masih menjadi tantangan yang perlu perhatian serius dan kolaborasi dari berbagai pihak. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here